Pahami Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Sunnah Islam

Pahami Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Sunnah Islam
Foto: Ilustrasi Pahami Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Sunnah Islam.

Aktivitas pembagian daging kurban kepada masyarakat selalu menyusul momen penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Proses pendistribusian ini mesti berpatokan pada aturan sunnah agar ibadah tersebut menghasilkan pahala dan tidak sekadar menjadi kegiatan berbagi biasa.

Dikutip dari Detikcom, regulasi mengenai pihak yang berhak menerima beserta porsi daging kurban telah diatur secara rinci dalam Islam. Sistem pembagian yang adil dan tertata menjadi indikator bahwa ibadah kurban mendatangkan kemaslahatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Daging kurban umumnya didistribusikan kepada umat Islam, khususnya kelompok fakir miskin, dalam wujud mentah. Ketentuan ini tercantum dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya yang disusun oleh R. Syamsul dan M. Nielda.

Seluruh bagian hewan kurban wajib didistribusikan tanpa terkecuali pada jenis kurban wajib, termasuk area kulit, tanduk, hingga kukunya. Sementara itu, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai pembagian jenis kurban sunnah.

Qaul qadim atau pendapat lama menyatakan kurban sunnah dibagi menjadi dua bagian sama besar, yaitu setengah bagian untuk pemilik kurban dan setengahnya bagi fakir miskin. Adapun qaul jadid atau pendapat baru menetapkan pemilik kurban berhak mengambil sepertiga bagian, sedangkan dua pertiga sisanya diserahkan kepada fakir miskin.

Langkah paling utama bagi pengurban sunnah adalah menyerahkan seluruh bagian hewan seperti kulit, kuku, dan tanduk kepada umat Muslim. Pengurban kemudian dianjurkan mengonsumsi tiga suap daging saja demi mendapatkan berkah atau tabarruk.

Tata Cara Distribusi Daging Kurban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui laman resminya merilis tata cara pembagian daging kurban yang terbagi menjadi tiga kategori utama.

Bagian pertama sebesar sepertiga dialokasikan untuk pemilik hewan kurban. Pengurban diperkenankan mengambil sebagian daging demi konsumsi pribadi, tetapi mereka dilarang keras menjual bagian daging tersebut termasuk jeroannya.

Bagian kedua sebesar sepertiga berikutnya diserahkan kepada kerabat atau tetangga sekitar. Alokasi ini berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membagikan kegembiraan hari raya, serta tidak mensyaratkan penerimanya harus dari kalangan fakir miskin.

Bagian sepertiga terakhir wajib disalurkan kepada fakir miskin tanpa syarat maupun pengambilan keuntungan. Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqih al-Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa aspek terpenting adalah daging kurban sampai kepada fakir miskin dalam jumlah memadai, meskipun pembagiannya tidak presisi sepertiga bagian.

Proses distribusi hewan kurban ini harus berjalan secara amanah, objektif, dan tidak memihak. Panitia perlu memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan serta menghindari tindakan diskriminatif.

Keutamaan Ibadah Kurban

Kurban merupakan ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW sebagai sarana mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah SWT. Praktik ini juga telah dicontohkan oleh para nabi terdahulu, termasuk Nabi Ibrahim AS.

Ganjaran pahala yang besar menjadi salah satu fadhilah ibadah kurban, seperti yang tertera dalam hadits riwayat Zaid bin Arqam RA.

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ïú┘ÄÏÁ┘ÆÏ¡┘ÄϺϿ┘Å Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ä┘ç : ┘è┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É! ┘à┘ÄϺ ┘ç┘ÄÏ░┘É┘ç┘É Ïº┘ä┘ÆÏú┘ÄÏÂ┘ÄϺϡ┘É┘è┘æ┘Åσ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä : Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘Å Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è┘â┘Å┘à┘Æ ÏÑ┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘ÄϺ┘ç┘É┘è┘à┘Ä ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ : ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ σ ┘è┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É! ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä : Ï¿┘É┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï┤┘ÄÏ╣┘ÄÏ▒┘ÄÏ®┘ì Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘î. ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ: ┘ü┘ÄϺ┘äÏÁ┘æ┘Å┘ê┘ü┘Åσ ┘è┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘Ä Ïº┘ä┘ä┘ç┘É ! ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï¿┘É┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï┤┘ÄÏ╣┘ÄÏ▒┘ÄÏ®┘ì ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘äÏÁ┘æ┘Å┘ê┘ü┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘î. Ï▒┘êϺ┘ç ϺϿ┘å ┘àϺϼ┘ç

Artinya: "Para sahabat Rasulullah SAW. bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kurban ini?' Beliau menjawab, 'Kesunahan bapak kamu sekalian Ibrahim'. Mereka (para sahabat) bertanya kembali, 'Apa yang kami dapatkan dalam kurban itu?' Beliau menjawab, 'Setiap rambut hewan kurban adalah kebaikan'. Mereka (para sahabat) bertanya, 'Termasuk bulu domba wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Setiap helai bulu domba adalah kebaikan'." (HR Ibnu Majah)

Artikel terkait

Rekomendasi