Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus sebesar Rp 1 bagi pengguna layanan TransJakarta dan MRT pada Jumat, 24 April 2026, mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2026 untuk mendorong warga beralih ke transportasi umum.
Penerapan harga spesial ini berlaku bagi seluruh jaringan layanan, sebagaimana dilansir dari Money. Meskipun dikenai tarif minimalis, para penumpang tetap diwajibkan melakukan proses pemindaian kartu atau perangkat elektronik saat masuk dan keluar dari area stasiun maupun halte.
Metode pembayaran yang tersedia mencakup aplikasi MyMRTJ yang mendukung QRIS, dompet digital, hingga fitur berbasis NFC. Selain itu, integrasi pembayaran menggunakan skema bayar nanti atau paylater pada aplikasi resmi juga tetap dapat digunakan untuk memudahkan aksesibilitas seluruh lapisan masyarakat pengguna jasa.
Pihak pengelola memastikan bahwa efisiensi biaya ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan bagi para komuter di ibu kota. Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan memberikan penegasan mengenai kesiapan teknis di lapangan.
"MRT Jakarta memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar operasional dengan menjaga keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna selama penerapan tarif khusus berlangsung. Kesiapan operasional juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pengguna di seluruh stasiun dan kereta," kata Mega Tarigan, Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda).
Sementara itu, pihak TransJakarta menyatakan bahwa kebijakan tarif serupa juga menyentuh layanan bus baik dalam koridor BRT maupun non-BRT. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan sistem mobilitas yang lebih hijau.
"Melalui tarif Rp1, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus mengajak lebih banyak warga beralih ke angkutan umum sebagai pilihan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan," jelas Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Ia menambahkan bahwa peringatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap transportasi publik. Perusahaan terus berupaya menyediakan layanan yang inklusif bagi seluruh warga Jakarta guna mendukung gaya hidup modern yang ramah lingkungan.
"Kami berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, tidak hanya pada peringatan Hari Angkutan Nasional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mobilitas sehari-hari yang lebih efisien dan ramah lingkungan," tutur Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Sebagai informasi tambahan, layanan pendukung lainnya seperti Mikrotrans dan TransJakarta Cares tetap beroperasi secara normal tanpa biaya atau tarif Rp 0. Ketentuan gratis ini juga tetap berlaku bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat sesuai peraturan yang berlaku.