Pemprov DKI Segera Terapkan Tarif Khusus Transjabodetabek Rute Bandara Soetta

Pemprov DKI Segera Terapkan Tarif Khusus Transjabodetabek Rute Bandara Soetta
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Segera Terapkan Tarif Khusus Transjabodetabek Rute Bandara Soetta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberlakukan tarif khusus untuk layanan bus Transjabodetabek rute Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Blok M. Kebijakan ini diambil lantaran jarak tempuh yang jauh serta tingginya biaya operasional parkir di kawasan bandara tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan penjelasan mengenai alasan di balik perbedaan tarif pada rute ini dibandingkan dengan rute lainnya. Dilansir dari Money, besaran biaya subsidi menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian harga tiket tersebut.

"Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain," jelas Pramono dikutip dari Antara, Jumat (8/5/2026).

Pramono menambahkan bahwa pengeluaran pemerintah untuk rute ini tergolong besar. Oleh sebab itu, penerapan tarif khusus diperlukan guna menjaga agar beban subsidi pada APBD Jakarta tidak mengalami pembengkakan yang signifikan.

Layanan menuju bandara ini dioperasikan oleh 14 unit bus Transjabodetabek yang secara khusus memiliki kompartemen untuk barang bawaan penumpang seperti koper. Berdasarkan data operasional, bus menempuh jarak 65,1 kilometer dengan berhenti di 23 titik pemberhentian.

Waktu tempuh untuk satu kali perjalanan diperkirakan mencapai 121 menit dengan jarak antar bus atau headway berkisar antara 10 hingga 20 menit. Saat ini, penumpang masih menikmati tarif promo sebesar Rp3.500 yang telah berlangsung sejak 12 Maret 2026 untuk menyambut periode Idulfitri.

"Untuk rute SH2 Blok M ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama 3 bulan terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp 3.500 selama 3 bulan ini," ujar Pramono dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Masa berlaku harga promo tersebut dijadwalkan berakhir pada 12 Mei 2026 mendatang. Setelah periode tersebut, pemerintah akan menerapkan tarif normal yang diproyeksikan berada pada rentang angka belasan ribu rupiah per penumpang.

"Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000," jelas Pramono.

Sebagai perbandingan, tarif reguler TransJakarta dan rute Transjabodetabek lainnya dipastikan tidak mengalami perubahan. Pengguna tetap dikenakan biaya Rp2.000 pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, serta Rp3.500 untuk perjalanan di luar jam tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi