Kementerian PU Kejar Target Tol Serang Panimbang Tuntas Akhir 2026

Kementerian PU Kejar Target Tol Serang Panimbang Tuntas Akhir 2026
Foto: Ilustrasi Kementerian PU Kejar Target Tol Serang Panimbang Tuntas Akhir 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengakselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 kilometer guna memperkuat konektivitas di wilayah Banten pada Senin (4/5/2026). Akses bebas hambatan ini diproyeksikan mampu memangkas durasi perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung dari semula lima jam menjadi dua hingga tiga jam saja.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa fokus pengerjaan saat ini dialihkan pada penyelesaian Seksi 2 ruas Rangkasbitung-Cileles dan Seksi 3 ruas Cileles-Panimbang. Langkah ini dilakukan setelah Seksi 1 yang menghubungkan Serang hingga Rangkasbitung telah beroperasi secara resmi sejak tahun 2021.

"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Pemerintah menargetkan penyelesaian fisik proyek ini dilakukan secara bertahap hingga pengujung tahun 2026. Berdasarkan data teknis yang dilansir dari Ekonomi, Seksi 2 sepanjang 24,17 kilometer kini telah mencapai progres konstruksi sebesar 98,64 persen meski pembebasan lahan masih berada di angka 86,71 persen.

"Pembangunan jalan tol berfungsi sebagai instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah," ujar Dody.

Penyelesaian konstruksi Seksi 2 diprediksi tuntas sepenuhnya pada kuartal II/2026 sebagai penghubung mobilitas masyarakat dari Banten tengah menuju selatan. Sementara itu, progres Seksi 3 sepanjang 33 kilometer menunjukkan perkembangan mencapai 99,88 persen pada Fase 1, sedangkan Fase 2 ditargetkan rampung bertahap di akhir 2026.

"Kehadiran Jalan Tol SerangÔÇôPanimbang diyakini akan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten," jelas Dody.

Secara teknis, jalan tol ini dirancang untuk kecepatan kendaraan hingga 100 kilometer per jam dengan fasilitas delapan simpang susun utama. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah jalur logistik menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung serta Taman Nasional Ujung Kulon.

Artikel terkait

Rekomendasi