Pemerintah Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Berlaku Mulai 1 Januari 2027

Pemerintah Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Berlaku Mulai 1 Januari 2027
Foto: Ilustrasi Pemerintah Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Berlaku Mulai 1 Januari 2027.

Pemerintah Indonesia tengah mempercepat pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan mulai berlaku efektif atau entry into force pada 1 Januari 2027.

Dikutip dari Ekonomi, langkah ini diambil setelah proses perundingan yang panjang selama sepuluh tahun dengan total sekitar 20 kali pertemuan. Akselerasi ini menjadi krusial di tengah tantangan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan optimisme terhadap proses ratifikasi oleh DPR RI. Menurutnya, proses pengesahan menjadi undang-undang tidak akan memakan waktu lama agar bisa diimplementasikan tahun depan.

"Ratifikasi saya optimistis setahun selanjutnya, 1 Januari 2027 kalau enggak ada yang extreme mestinya entry force langsung berlaku," kata Susiwijono.

Saat ini, kedua belah pihak sedang merampungkan tahapan penyusunan dokumen hukum atau legal drafting serta pemeriksaan final atau legal scrubbing. Tantangan utama bagi pihak Uni Eropa adalah penerjemahan dokumen hukum ke dalam 24 bahasa nasional anggotanya.

Meskipun proses di Uni Eropa melibatkan 27 negara anggota, Susiwijono yakin teknologi saat ini dapat mempercepat proses tersebut. Ia memproyeksikan seluruh tahapan administratif ini dapat tuntas dalam satu tahun.

IEU-CEPA dirancang untuk membuka akses pasar yang sangat luas bagi kedua belah pihak melalui penghapusan bea masuk impor. Indonesia akan mendapatkan akses ke pasar 27 negara Uni Eropa, sementara Uni Eropa dapat menjangkau sekitar 287 juta penduduk Indonesia.

"Selain domestik kan ada global demand dengan FTA, CEPA, semuanya itu kita buka open market dan kita jauh lebih kompetitif," tutur Susiwijono.

Daftar Negara Anggota Uni Eropa dan Populasi Penduduk
Negara AnggotaPopulasi
Austria9.197.213
Belgia11.900.123
Bulgaria6.437.360
Kroasia3.874.350
Siprus979.865
Ceko10.909.500
Denmark5.992.734
Estonia1.369.995
Finlandia5.635.971
Prancis68.635.943
Jerman83.577.140
Yunani10.409.547
Hungaria9.539.502
Irlandia5.439.898
Italia5.934.177

Data ekspor menunjukkan Uni Eropa merupakan tujuan strategis bagi Indonesia dengan nilai mencapai US$2,85 miliar pada awal 2026. Nilai ini melampaui angka pengiriman barang ke Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor alas kaki dan tekstil yang diharapkan mendapat keuntungan besar dari IEU-CEPA. Hal ini dilakukan untuk mencegah migrasi pabrikan ke negara tetangga seperti Vietnam yang sudah memiliki FTA dengan Uni Eropa sejak 2020.

Kesenjangan daya saing terlihat dari pengenaan bea masuk, di mana produk Indonesia masih dikenai tarif 9% hingga 20% di Uni Eropa. Sebaliknya, Vietnam sudah menikmati pembebasan bea masuk hingga 99% untuk produk impor mereka.

Selain Uni Eropa, Indonesia juga aktif mengejar kesepakatan dagang dengan Kanada dan blok ekonomi EAEU yang mencakup Rusia dan beberapa negara Asia Tengah. Diversifikasi pasar menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) berharap ratifikasi IEU-CEPA segera rampung mengingat besarnya potensi pasar global. Saat ini, pasar Amerika Serikat masih mendominasi sekitar 30% dari total ekspor alas kaki nasional.

Penerapan tarif global sebesar 15% oleh Amerika Serikat pada Maret 2026 semakin memperkuat urgensi diversifikasi pasar. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi industri dalam negeri dari gejolak kebijakan perdagangan luar negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi