Freeport McMoRan Targetkan Operasi Penuh Grasberg Tuntas Akhir 2027

Freeport McMoRan Targetkan Operasi Penuh Grasberg Tuntas Akhir 2027
Foto: Ilustrasi Freeport McMoRan Targetkan Operasi Penuh Grasberg Tuntas Akhir 2027.

Freeport-McMoRan memberikan penegasan mengenai jadwal operasional tambang tembaga dan emas Grasberg di Indonesia yang diproyeksikan pulih sepenuhnya pada akhir tahun 2027. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap laporan PT Freeport Indonesia yang sempat mengisyaratkan kemungkinan penundaan produksi penuh hingga tahun 2028.

Dilansir dari Investor Daily, juru bicara Freeport menyatakan bahwa perusahaan akan segera memberikan informasi resmi kepada pasar apabila terjadi penundaan tambahan di masa depan. Saat ini, kepastian target tahun 2027 tetap menjadi acuan utama bagi pemegang saham dan regulator.

Langkah penegasan ini dilakukan melalui laporan triwulanan yang diajukan Freeport kepada regulator Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu. Dalam dokumen tersebut, perusahaan secara resmi tetap mencantumkan tenggat waktu pemulihan operasional pada akhir 2027 tanpa ada perubahan jadwal.

CEO Freeport, Kathleen Quirk, dijadwalkan akan membahas secara mendalam mengenai dinamika operasional di Grasberg dalam forum Konferensi Logam, Pertambangan, dan Baja Global Bank of America. Pembahasan ini dianggap krusial mengingat signifikansi tambang tersebut bagi portofolio global perusahaan.

Grasberg yang memegang status sebagai tambang tembaga terbesar kedua di dunia mengalami kendala serius setelah bencana tanah longsor melanda pada September 2025. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan gugurnya tujuh pekerja dan memaksa penghentian seluruh aktivitas penambangan selama hampir satu bulan penuh.

Memasuki akhir April 2026, pihak Freeport mengakui bahwa proses rehabilitasi dan pemulihan di lokasi tambang memakan waktu lebih lama dari estimasi awal. Hal ini berdampak pada revisi target pemulihan produksi yang awalnya diharapkan mencapai 85% pada paruh kedua tahun ini.

Revisi Target Produksi

Perusahaan kemudian menurunkan perkiraan tingkat pemulihan produksi menjadi 65% untuk periode yang sama. Meskipun terdapat penyesuaian angka produksi jangka pendek, para eksekutif Freeport tetap menjamin bahwa aktivitas penambangan akan kembali ke kapasitas maksimal sebelum memasuki tahun 2028.

Data kinerja tahun 2024 menunjukkan betapa vitalnya peran PT Freeport Indonesia dengan catatan produksi tembaga mencapai 1,8 miliar pound. Selain itu, operasional tambang di Papua ini juga sukses menghasilkan 1,86 juta ounces emas dalam periode satu tahun tersebut.

Hingga saat ini, manajemen terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan stabilitas area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Penyesuaian teknis terus dilakukan untuk mengatasi sisa dampak longsor yang masih mempengaruhi kecepatan produksi di beberapa titik operasional.

Artikel terkait

Rekomendasi