Pemerintah Targetkan Normalisasi Sungai Ciliwung Rampung Tahun 2029

Pemerintah Targetkan Normalisasi Sungai Ciliwung Rampung Tahun 2029
Foto: Ilustrasi Pemerintah Targetkan Normalisasi Sungai Ciliwung Rampung Tahun 2029.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau progres normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 33 kilometer yang kini baru mencapai 52 persen pada Kamis (07/05/2026). Proyek strategis ini mengalami penyesuaian jadwal penyelesaian akibat dinamika di lapangan.

Dilansir dari Kompas, realisasi pembangunan fisik saat ini telah merampungkan 17 kilometer aliran sungai. Sisa 16 kilometer pengerjaan diproyeksikan akan terus dikejar secara progresif dalam beberapa tahun ke depan untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Jakarta.

"Sisa 16 kilometer tadi, saya berharap bisa dilakukan secara progresif ya, mudah-mudahan tidak ada hambatan yang melebar," kata AHY saat meninjau Sungai Ciliwung, Kamis (07/05/2026).

Pemerintah mengakui adanya pergeseran target dari rencana awal yang ditetapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane. Jika sebelumnya ditargetkan selesai pada 2027, kini penyelesaian menyeluruh diprediksi baru tercapai pada periode 2028-2029.

"Tapi karena tentu ada sejumlah faktor, dinamika dan lain, maka ini mundur, 2028-2029 lah. Jadi bisa dikatakan, kami fokus dua tahun ke depan ini agar bisa menuntaskan," ucap AHY.

Dalam tinjauan tersebut, AHY menyoroti persoalan tumpukan sampah dan sedimentasi yang mengganggu kapasitas aliran air. Temuan tersebut didapat setelah melakukan penyusuran sungai bersama pihak Kementerian Pekerjaan Umum.

"Sungai kita kritis," kata AHY.

Normalisasi ini juga mencakup rencana pelebaran sungai guna meningkatkan kapasitas tampung debit air. Langkah ini diperlukan mengingat kondisi eksisting sungai yang menyempit akibat bangunan liar di area sempadan.

"Kalau tadi kita melihat kiri-kanan di 5 kilometer saja itu nampak sekali bahwa memang kiri-kanan itu sampah. Kalau asal buang sampah sudah pasti akan terjadi kebuntuan. Mau dibuat sodetan-sodetan sebanyak apapun ya bu Wamen, kita sulit untuk mengalirkan air yang deras. Apalagi kalau debitnya juga tinggi," kata AHY.

Upaya teknis yang akan dilakukan meliputi pengerukan sedimen setebal 20 hingga 50 sentimeter. Selain itu, lebar sungai akan ditambah secara signifikan untuk mengantisipasi lonjakan debit air saat curah hujan tinggi.

"Tadi lebarnya kurang lebih itu 15-25 meter, padahal itu hanya menampung kurang lebih 200 meter kubik per detik. Ini 35-50 meter lebarnya sehingga bisa menampung 570 meter kubik per detik, kita lebarkan, bagaimana kita bisa nanti bekerja sama dengan semua termasuk juga monitoring alat-alat berat yang bisa membantu dengan cepat upaya normalisasi," kata dia.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta terus diperkuat, terutama terkait penyelesaian status tanah. Target baru telah disusun agar pembebasan lahan sisa sepanjang 16 kilometer bisa tuntas pada 2027.

"Ketika kami akan membangun tanggul-tanggul tersebut, itu tanahnya belum bebas, kami belum bisa bekerja," ucap Diana.

Sebagai langkah dukungan, Gubernur Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah mengalokasikan dana ratusan miliar rupiah untuk pembebasan lahan di area prioritas. Fokus anggaran ini diarahkan pada pemukiman di dua wilayah kelurahan yang bersinggungan langsung dengan proyek.

"Sehingga dengan demikian, dua kelurahan inilah yang akan kami lakukan untuk normalisasi Ciliwung," kata Pramono, Jumat (21/11/2025).

Pembangunan tanggul sepanjang belasan kilometer tersebut diperkirakan membutuhkan biaya investasi yang besar. Hal ini selaras dengan estimasi anggaran yang pernah disampaikan oleh pihak BBWS Ciliwung-Cisadane.

"Untuk membangun tanggul 16 kilometer ini mungkin butuh Rp 1,2 triliun," kata David dalam media visit di Bendungan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).

Artikel terkait

Rekomendasi