Pemerintah Indonesia mematok target realisasi investasi sebesar 789,9 miliar dollar AS selama lima tahun ke depan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Target ambisius ini diumumkan dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta pada Jumat (8/5/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P Roeslani menjelaskan bahwa kebutuhan modal dalam jumlah besar tersebut menjadi tantangan nyata bagi pemerintah. Hal ini disebabkan oleh kondisi ketidakpastian global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia yang memengaruhi arus modal internasional.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money, investasi kini menempati posisi sebagai motor penggerak ekonomi utama setelah sektor konsumsi rumah tangga. Peningkatan kontribusi investasi terlihat dari kenaikan persentase yang sebelumnya di angka 27-28 persen menjadi kisaran 31-32 persen terhadap ekonomi nasional.
"Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita datang dari konsumsi domestik yang kuat. Yang kedua datang dari investasi," ujar Rosan P Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Realisasi modal pada kuartal I 2026 tercatat memberikan sumbangsih sebesar 1,79 persen dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen. Khusus untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan sasaran investasi senilai 123,7 miliar dollar AS sebagai langkah awal mencapai target jangka panjang.
"Untuk lima tahun ke depan, angkanya adalah 789,9 miliar dollar AS. Itulah angka yang harus kita capai untuk mencapai pertumbuhan 8 persen itu," kata Rosan P Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Lompatan target ini cukup signifikan mengingat total realisasi investasi pada periode sepuluh tahun sebelumnya, yakni 2014-2024, berada di angka 552,6 miliar dollar AS. Keberhasilan target baru ini dinilai sangat bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional.
Pada periode awal tahun 2026, realisasi investasi telah menyentuh angka 30,2 miliar dollar AS dengan dampak sosial berupa penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.659 orang. Sektor hilirisasi mineral dan energi menjadi penyumbang dominan dengan porsi sekitar 30 persen dari total investasi.
"Mengapa kita melakukan hilirisasi di nikel? 42 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia dan jika melihat bauksit, tembaga, kita nomor dua cadangan dunia," ujar Rosan P Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Pemerintah saat ini tengah berupaya melakukan ekspansi program hilirisasi ke berbagai sektor strategis lainnya. Fokus pengembangan mencakup bidang kehutanan, minyak dan gas, perikanan, kelautan, hingga komoditas pertanian guna meningkatkan nilai tambah industri nasional.