Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Kanada hingga dua kali lipat dalam waktu dua tahun, seperti dilansir dari Nasional.
Penyesuaian target dari proyeksi awal yang mematok waktu satu tahun ini diputuskan setelah mempertimbangkan dinamika kondisi global serta ketidakpastian geopolitik internasional saat ini.
"Target kita ekspor kita bisa naik dua kali lipat. Untuk itu kami berharap kita harus cepat secara administratif agar secepatnya bisa implementasi," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI pada Selasa (19/5/2026).
Percepatan langkah administratif tersebut dinilai krusial demi memperluas akses pasar baru bagi produk lokal sekaligus mengamankan laju pertumbuhan ekspor nasional di tengah tantangan ekonomi global.
"Kenapa pemerintah mengusulkan dengan Peraturan Presiden, karena Kanada juga sudah siap, selalu nanya kita sampai di mana prosesnya," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Langkah pengesahan lewat Peraturan Presiden ini diajukan karena kesiapan pihak Kanada dan usulan tersebut kini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Komisi VI DPR RI.
Kanada diposisikan sebagai pintu masuk strategis bagi komoditas Indonesia untuk menembus kawasan Amerika Utara melalui fasilitasi pemotongan hambatan dagang dan pemberian preferensi tarif.
Berdasarkan catatan historis, kesepakatan ICA-CEPA ini berhasil ditandatangani pada 24 September 2025 di Ottawa setelah melewati 10 putaran negosiasi yang berjalan selama 2 tahun 8 bulan sejak Juni 2021.
Melalui kesepakatan ini, Kanada menghapus 90,55 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia seperti tekstil dan alas kaki, sementara Indonesia menghapus 85,54 persen pos tarif untuk produk Kanada termasuk gandum dan pupuk.
Sektor jasa turut mendapat kepatutan mobilitas tenaga profesional seperti arsitek dan tenaga kesehatan, diikuti kesepakatan e-commerce yang mengatur pengakuan dokumen elektronik hingga perlindungan data pribadi.
Kerja sama bilateral ini diharapkan mampu memicu peningkatan investasi Kanada di Indonesia, terutama pada sektor potensial agribisnis, industri kreatif, serta pariwisata melalui skema riset dan pelatihan bersama.