Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi
Foto: Ilustrasi Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029 melalui akselerasi hilirisasi industri mineral strategis. Kebijakan ini mencakup larangan ekspor bahan mentah serta kemudahan iklim investasi di sektor pertambangan pada Selasa (5/5/2026).

Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kemenko Perekonomian, Herry Permana menyatakan bahwa kekayaan sumber daya seperti nikel dan tembaga merupakan pilar utama ekonomi Indonesia. Dilansir dari Suara, pemerintah kini fokus beralih dari pengiriman bijih mentah ke pengembangan pengolahan domestik.

"Mineral ini telah menjadi landasan kebijakan hilirisasi nasional seiring pemerintah beralih dari mengekspor biji mentah ke mengembangkan pengolahan domestik bernilai tinggi untuk industri kita," kata Herry Permana, Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kemenko Perekonomian.

Langkah ini diperkuat dengan regulasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 yang melarang ekspor nikel, bauksit, dan konsentrat tembaga mentah. Pemerintah juga mengoperasikan Satgas P3M-PPE berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 untuk menyederhanakan izin dan memberikan insentif teknologi bagi pelaku industri.

"Untuk memperkuat kerangka peraturan kita secara maksimal, saat ini kami sedang menyelesaikan Peraturan Presiden tentang pengelolaan mineral kritis dan strategis. Kebijakan ini akan memberikan pemberdayaan peraturan menyeluruh yang mencakup operasi dari hulu ekstraksi hingga hilir industrialisasi," beber Herry Permana, Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kemenko Perekonomian.

Selain regulasi, pemerintah membentuk PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai BUMN baru yang fokus memimpin industrialisasi mineral kritis. Dalam forum Indonesia Miner 2026, Herry mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya.

"Bersama-sama kita dapat mendorong inovasi yang diperlukan untuk memastikan bahwa sumber daya mineral strategis kita dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan demi manfaat generasi mendatang," jelas Herry Permana, Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kemenko Perekonomian.

Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah melaporkan bahwa agenda tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.800 delegasi internasional. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi lintas sektor guna memperkuat kolaborasi global di industri pertambangan Indonesia.

"Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi. Hal ini menunjukkan pentingnya Indonesia Miner sebagai platform untuk bertemu, bertukar perspektif, dan memperkuat kolaborasi di industri ini," pungkas Dimas Abdillah, Managing Director Indonesia Miner.

Artikel terkait

Rekomendasi