Direktur Utama Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk (PIK), Suriadi Huang, menarik perhatian publik setelah membagikan gaya kepemimpinannya yang fleksibel dan keterlibatan langsung dalam operasional rumah sakit melalui media sosial Threads. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, pemimpin rumah sakit tersebut menjalankan berbagai peran mulai dari merespons pesan masyarakat hingga membantu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat.
Suriadi Huang yang menjabat sebagai pucuk pimpinan sejak Maret 2019 ini tidak membatasi dirinya pada pekerjaan manajerial di ruang kerja eksklusif. Ia secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam mengelola akun media sosial resmi institusi yang dipimpinnya untuk berinteraksi langsung dengan warga.
"Orang-orang curiganya... saya ini mimin @tzuchihospital. Saya jawab: tergantung kebutuhan. Siang bisa direktur, malam balas-balasin DM, kadang bantu dorong pasien di IGD juga," tulis Suriadi Huang, Direktur Utama Tzu Chi Hospital PIK.
Penjelasan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang tidak menduga sosok pimpinan tertinggi rumah sakit besar bersedia menangani urusan teknis staf. Selain menjadi admin, Suriadi juga mengambil alih tugas sebagai sopir bus antar-jemput karyawan saat bagian operasional sedang libur dan meminta saran rute kepada netizen.
Respons publik terhadap aksi tersebut sangat masif, di mana kolom komentar unggahannya dipenuhi oleh berbagai tanggapan mulai dari apresiasi hingga pertanyaan jenaka mengenai status aslinya. Interaksi ini menunjukkan kedekatan sang direktur dengan realitas di lapangan.
"Bapak ini sebenarnya siapa sih...??? Supir nyamar CEO? CEO nyamar Admin thread? CEO lg gabut? Atau orang gabut nyamar CEO?" ujar @riefiardi15.
Komentar lain datang dari pengguna media sosial yang membandingkan karakter Suriadi dengan tokoh dalam drama populer karena sifatnya yang unik. Kehadiran pemimpin di lapangan dinilai efektif dalam memahami kendala tim secara mendalam.
"ini bapaknya klo di dracin jadi karakter yg mana sih pak?" kata praztw.
Beberapa warganet juga memberikan tanggapan dengan nada bercanda mengenai banyaknya peran yang diambil oleh satu orang. Mereka menyoroti fenomena rangkap jabatan yang dilakukan sang direktur dalam konteks ketersediaan lapangan kerja.
"pak jangan diborong sendiri napa? Masih banyak pengangguran lho di Indonesia kasihan kl Bpk rangkap2 jabatan gt," tulis @xtb168.
Dukungan moral dan doa untuk kesehatan sang pemimpin juga mengalir dari pengguna lain yang mengagumi dedikasinya. Hal ini memperkuat citra positif rumah sakit yang mengedepankan nilai kemanusiaan tersebut.
"@suriadi.tc pak keren banget bapak. Sehat selalu ya pak," ungkap @she_nindy.
Seorang pengguna lain menekankan pentingnya kehadiran pemimpin di lokasi kerja untuk memitigasi risiko masalah yang mungkin timbul. Pendekatan ini dianggap sebagai bukti nyata dari kepemimpinan yang memahami kondisi tim.
"keren banget, semua leader yg bener2 hadir, sudah terbukti bisa meminimalisir resiko masalah karena sudah ada dilapangan dan paham betul kondisi tim nya," tulis sentuhrasa.risol.
Selain memimpin rumah sakit dengan fasilitas teknologi robotik dan MRI 3 Tesla, Suriadi Huang juga menjabat sebagai COO Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Ia menegaskan bahwa tindakannya turun langsung ke lapangan adalah bentuk respon terhadap kebutuhan nyata di rumah sakit, bukan sekadar upaya pencitraan di ruang publik.