Tiga kapal supertanker yang mengangkut sekitar enam juta barel minyak mentah dari Timur Tengah dilaporkan mulai bergerak keluar dari Selat Hormuz pada Rabu (20/5/2026). Pergerakan kapal niaga tersebut terjadi setelah sempat tertahan di kawasan Teluk selama lebih dari dua bulan akibat ketegangan geopolitik.
Data pelacakan pelayaran dari LSEG dan Kpler yang dilansir dari Internasional menunjukkan bahwa kapal-kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) ini menggunakan rute transit yang diarahkan oleh Iran. Jalur vital Selat Hormuz sebelumnya mengalami hambatan lalu lintas pelayaran yang signifikan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari.
Salah satu kapal yang berhasil keluar adalah Universal Winner berbendera Korea Selatan yang membawa dua juta barel minyak mentah Kuwait. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Ulsan pada 9 Juni untuk membongkar muatan di kilang terbesar milik SK Energy. Pihak SK Energy menolak memberikan komentar, sementara operator kapal HMM belum dapat dihubungi.
Kapal lainnya, Yuan Gui Yang berbendera China yang disewa Unipec, terpantau membawa dua juta barel minyak Basrah dari Irak dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Shuidong pada 4 Juni. Selain itu, kapal Ocean Lily berbendera Hong Kong milik Sinochem yang mengangkut dua juta barel minyak dari Qatar dan Irak diproyeksikan bersandar di Pelabuhan Quanzhou pada 5 Juni.
Perusahaan Sinopec, Sinochem, dan Cosco Shipping belum memberikan tanggapan resmi mengenai aktivitas operasional kapal tersebut. Di sisi lain, sebuah kapal kosong berbendera Siprus bernama Grand Lady dilaporkan justru memasuki kawasan Selat Hormuz dengan mematikan transponder dan kini berlabuh di lepas pantai Dubai.