PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menjadwalkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total anggaran mencapai Rp128.123.996.868. Kepastian aksi korporasi perusahaan yang bergerak di bidang sewa peralatan, pengangkatan, dan konstruksi ini diperoleh berdasarkan keterbukaan informasi yang dilansir dari Investasi.
Alokasi anggaran tersebut membuat para pemegang saham akan menerima pembayaran dividen sebesar Rp18 per saham atau setara Rp1.800 per lot. Langkah pembagian keuntungan ini tetap dilakukan manajemen di tengah tren pelemahan harga saham SKRN sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data perdagangan pada Selasa, 19 Mei 2026, harga saham SKRN mendarat pada level Rp456 setelah melemah 14 poin atau 2,98 persen secara harian. Penurunan ini memperpanjang catatan negatif saham SKRN yang sudah menyusut sebesar 84 poin atau 15,56 persen sejak awal tahun 2026.
Pelemahan harga saham tersebut berdampak pada tingkat imbal hasil atau yield dividen SKRN yang menyentuh angka 3,96 persen. Persentase yield itu tercatat masih lebih tinggi jika disandingkan dengan suku bunga deposito perbankan yang saat ini berada di kisaran 2 persen.
Penurunan performa juga membayangi kinerja keuangan perseroan pada awal tahun ini. Emiten berkode saham SKRN tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp57,2 miliar pada kuartal I 2026, atau mengalami penurunan sebesar 30,8 persen dari perolehan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp82,6 core.
Proses distribusi hak pemegang saham ini akan melewati beberapa tahapan bursa. Jadwal cum dividen atau hari terakhir perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 26 Mei 2026, diikuti ex dividen pada 29 Mei 2026.
Sementara itu, periode cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 2 Juni 2026 dengan ex dividen pada 3 Juni 2026. Penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen di dalam rekening efek atau recording date jatuh pada 2 Juni 2026, dan tanggal pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026.