Struktur Depan Mobil Modern Sengaja Dirancang Mudah Ringsek

Struktur Depan Mobil Modern Sengaja Dirancang Mudah Ringsek
Foto: Ilustrasi Struktur Depan Mobil Modern Sengaja Dirancang Mudah Ringsek.

Bagian depan mobil modern kini sengaja dirancang agar lebih mudah berubah bentuk atau penyok saat terjadi kecelakaan untuk meminimalkan risiko cedera fatal bagi penumpang. Teknologi ini berfungsi menyerap energi benturan agar tidak langsung merambat ke area kabin kendaraan, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kepala Laboratorium Passive Safety, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), W Aris Munandar, memberikan penjelasan terkait pergeseran konsep keselamatan pada kendaraan masa kini dibandingkan mobil keluaran lama. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (5/5/2026) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

"Mobil-mobil sekarang memang didesain kalau mengalami benturan, bagian depannya hancur," kata Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Aris menekankan bahwa struktur yang hancur tersebut merupakan mekanisme perlindungan agar energi tabrakan tidak sepenuhnya diterima oleh tubuh penumpang. Jika struktur kendaraan dibuat terlalu kaku, dampak getaran yang diterima orang di dalam mobil akan menjadi sangat tinggi.

"Memang harus hancur. Kalau terlalu rigid, nanti energinya semuanya tersalurkan ke penumpang, sehingga benturan yang dialami penumpang sangat tinggi," kata Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Komponen depan kendaraan yang berfungsi sebagai penyerap benturan ini dikenal dengan istilah crumple zone. Area tersebut dipersiapkan untuk rusak lebih awal saat terjadi kontak fisik guna memastikan ruang kabin tetap utuh tanpa gangguan objek tajam.

"Makanya biasanya depannya hancur, tapi area kabinnya aman," ujar Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Selain struktur bodi, komponen internal seperti mesin juga diatur sedemikian rupa agar tidak membahayakan penumpang saat tabrakan terjadi. Aris menambahkan bahwa arah gerak mesin telah diperhitungkan dalam desain keselamatan modern.

"Aman di sini artinya tidak ada objek tajam yang masuk, termasuk mesin. Saat ditabrak, mesin harus bergerak ke arah bawah, tidak boleh masuk ke arah kabin," kata Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Desain ini juga mencakup kap mesin yang harus bisa melipat ketika menerima tekanan besar. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah kap mesin meluncur ke arah kaca depan dan berpotensi mencederai penghuni kabin.

"Kap (mesin) juga dia harus bisa melipat engga boleh masuk ke dalam kaca. Apalagi sampai memecahkan kaca. Itu enggak boleh," ujar Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Tujuan akhir dari seluruh rekayasa struktur ini adalah memastikan bahwa getaran atau energi yang sampai ke tubuh manusia sekecil mungkin. Efektivitas teknologi ini biasanya diuji melalui prosedur uji tabrak atau crash test untuk mengukur ketahanan bodi dan risiko cedera.

"Setelah area dalam dipastikan tidak ada objek tajam yang masuk," kata Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB.

Artikel terkait

Rekomendasi