Pemerintah Dorong Strategi Penurunan Biaya Hidup Buruh Indonesia

Pemerintah Dorong Strategi Penurunan Biaya Hidup Buruh Indonesia
Foto: Ilustrasi Pemerintah Dorong Strategi Penurunan Biaya Hidup Buruh Indonesia.

Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum penguatan strategi kesejahteraan melalui penurunan beban biaya hidup harian. Pendekatan ini mencakup rencana pemangkasan potongan tarif ojek online hingga penyediaan perumahan di kawasan kerja.

Dilansir dari Money, langkah tersebut dianggap menyasar akar persoalan ekonomi pekerja di tengah tuntutan kenaikan upah. Pemerintah juga memberikan insentif berupa penanggungan PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji maksimal Rp 10 juta per bulan di sektor tertentu sepanjang 2026.

"Kesejahteraan tidak selalu soal menaikkan gaji, tapi juga tentang menurunkan beban pengeluaran harian. Jika direalisasikan, ini sangat membantu pekerja," ujar Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga pada Sabtu (2/5/2026).

Rahma menjelaskan bahwa rencana penurunan potongan platform bagi pengemudi ojek online menjadi salah satu poin krusial. Saat ini, potongan tersebut berada pada kisaran 15 hingga 20 persen yang memicu keluhan dari para mitra pengemudi.

"Kebijakan ini bisa menjadi bentuk upah tidak langsung. Tapi kuncinya ada pada lokasi dan skema pembiayaan yang tidak memberatkan buruh," kata Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga.

Menurutnya, penekanan potongan di bawah 10 persen dapat memberikan dampak instan pada kenaikan pendapatan bersih. Selain itu, integrasi hunian pekerja dengan kawasan industri diproyeksikan mampu memangkas pengeluaran besar untuk transportasi dan tempat tinggal.

Keberadaan fasilitas daycare di area kerja juga menjadi perhatian utama untuk mendukung produktivitas buruh perempuan. Kurangnya fasilitas pengasuhan yang terjangkau selama ini seringkali memaksa pekerja untuk berhenti dari profesinya.

Rahma menekankan bahwa pengawasan ketat tetap diperlukan agar implementasi di lapangan memberikan dampak nyata. Strategi penurunan biaya hidup dipandang lebih adaptif menghadapi tekanan ekonomi global tanpa memberikan beban berlebihan bagi sektor usaha.

Artikel terkait

Rekomendasi