Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi akselerasi reformasi fiskal dan penguatan sektor swasta untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).
Langkah strategis tersebut melibatkan pembentukan satuan tugas khusus guna menyingkirkan hambatan investasi yang selama ini memperlambat berbagai proyek nasional. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, upaya ini diharapkan mampu melampaui tren historis pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada kisaran 5 persen hingga 5,5 persen.
"Kita sedang mendesain pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan lebih cepat lagi. Kami, saya, Pak Airlangga tidak main-main dalam hal itu," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah kini menerapkan pola eksekusi program yang berbeda dengan memprioritaskan penyederhanaan birokrasi. Satuan tugas percepatan yang berada di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditugaskan secara khusus untuk mengurai kendala dalam pembangunan dan penanaman modal.
Sektor perpajakan dan bea cukai juga menjadi fokus utama dalam kerangka reformasi fiskal demi menggenjot pendapatan negara. Purbaya mencatatkan pertumbuhan pajak mencapai 20 persen pada tiga bulan pertama tahun ini sebagai hasil dari perbaikan sistem yang sedang berjalan.
"Reformasi kita perbaiki, reformasi betulan. Tiga bulan pertama itu pajak saya tumbuh 20 persen, nanti akan lebih," ucap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Optimalisasi belanja pemerintah serta penguatan peran swasta diyakini dapat membawa angka pertumbuhan ke level 6 persen dalam waktu dekat. Transformasi ekonomi yang mencakup hilirisasi dan industrialisasi akan menjadi pendorong tambahan bagi penguatan fundamental ekonomi nasional.
Menteri Keuangan memproyeksikan pencapaian target 8 persen tersebut akan mulai terealisasi secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun mendatang seiring dengan peningkatan investasi dan lapangan kerja.
"Pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan nanti 2 tahun, 3 tahun lagi, Anda udah ngeliat tuh angka 8 persen udah nyundul-nyundul ke atas," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah memprediksi performa ekonomi pada triwulan pertama 2026 akan menyentuh angka 5,5 persen. Capaian ini diharapkan terus berlanjut pada periode berikutnya guna memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pasar modal.