Pakar finansial dari Sequis membagikan sejumlah strategi penting dalam mengelola anggaran keuangan menyusul ketetapan pemerintah terkait awal 1 Ramadan 1445 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Penyusunan daftar pengeluaran secara terperinci menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas finansial selama bulan puasa, seperti dilansir dari Investortrust pada Senin, 11 Maret 2024.
Alokasi dana khusus untuk kebutuhan sahur, berbuka puasa, hingga sedekah perlu diperhatikan secara cermat agar pengeluaran tidak membengkak melebihi pendapatan bulanan.
ÔÇ£Langkah ini juga dapat membantu kita tahu batas pengeluaran yang boleh dilakukan. Anggaran yang kita buat pun akan lebih realistis sesuai kemampuan finansial,ÔÇØ ujar Fandi Murdani, Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence.
Fandi menambahkan bahwa momen berkumpul bersama keluarga kerap memicu lonjakan pengeluaran dibandingkan hari biasa, sehingga perencanaan menu sahur dan memasak sendiri di rumah menjadi solusi bijak untuk menekan frekuensi jajan.
Masyarakat juga disarankan mulai menyusun rencana anggaran menyambut hari raya, termasuk untuk biaya mudik, amplop Lebaran, serta zakat fitrah. Pengalokasian dana darurat dan investasi masa depan idealnya disisihkan sebesar 10 hingga 20 persen dari total pendapatan, yang bisa disokong dari pendapatan non-bulanan seperti THR atau bonus.
ÔÇ£Sangat baik jika keluarga Indonesia membuat perencanaan keuangan dan menjalankannya dengan disiplin karena bermanfaat untuk membantu berhemat, meminimalkan risiko utang dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang,ÔÇØ jelas Fandi Murdani.
Kepemilikan proteksi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa juga dinilai krusial untuk memberikan rasa tenang dari risiko sakit selama berpuasa.
ÔÇ£Terutama untuk pencari nafkah. Manfaat asuransi jiwa adalah untuk menjaga keberlanjutan keluarga bila terjadi risiko meninggal dunia yang menyebabkan hilangnya sumber pendapatan keluarga,ÔÇØ pungkas Fandi Murdani.