Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi sebesar 5,25 persen. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga stabilitas perekonomian.
Kenaikan suku bunga yang terjadi di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah kerap memicu kekhawatiran masyarakat terkait kondisi ekonomi ke depan. Namun, dilansir dari Suara, momentum ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengamankan nilai mata uang melalui instrumen investasi lain, termasuk bagi para pemula.
Kebijakan peningkatan suku bunga ini secara langsung berdampak pada kenaikan imbal hasil investasi, khususnya pada instrumen perbankan dan surat utang negara. Bagi investor pemula yang ingin memproteksi tabungan mereka, terdapat beberapa strategi jitu yang bisa diterapkan.
Deposito menjadi pilihan investasi yang paling klasik dan aman saat suku bunga acuan meningkat, karena perbankan biasanya akan saling berlomba menaikkan bunga deposito mereka. Meski demikian, pemula disarankan tidak terburu-buru dan perlu memperhatikan beberapa aspek penting.
Dalam tren kenaikan bunga, investor sebaiknya memilih tenor pendek sekitar 1 hingga 3 bulan agar dana tidak terkunci terlalu lama. Saat jatuh tempo nanti, modal dapat dicairkan dan dimasukkan kembali ke produk deposito dengan tingkat bunga yang sudah lebih tinggi.
Selain itu, manfaatkan fitur perpanjangan otomatis atau Automatic Roll Over (ARO) agar uang pokok beserta bunganya langsung diputar kembali pada periode berikutnya. Pastikan juga bunga deposito tidak melebihi tingkat penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar dana tetap aman jika terjadi risiko pada bank.
Berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN)
Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu instrumen yang sangat diminati ketika suku bunga tinggi karena dijamin 100 persen oleh negara. Modal awalnya juga sangat terjangkau bagi pemula, yakni dimulai dari Rp1 juta saja.
Investor dapat memilih produk seperti Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan (ST) yang skema bunganya bisa naik mengikuti BI-Rate namun memiliki batas minimal. Keuntungan investor akan otomatis meningkat jika BI-Rate kembali naik, tanpa perlu khawatir return menyusut di bawah batas bawah.
Bagi yang menginginkan investasi berbasis syariah, produk Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) dapat menjadi pilihan karena telah mengantongi sertifikat halal dari DSN-MUI. Pembelian SBN ini wajib dilakukan melalui aplikasi perbankan atau fintech resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.
Melirik Emas Batangan sebagai Aset Aman
Instrumen lain yang dapat dipertimbangkan adalah emas logam mulia yang dikenal sebagai aset aman atau safe haven saat situasi ekonomi tidak menentu. Walaupun harganya berfluktuasi dalam jangka pendek, emas terbukti ampuh melindungi nilai uang dari inflasi untuk jangka panjang.
Kelebihan lain dari emas batangan adalah tingkat likuiditasnya yang sangat tinggi. Karakteristik ini membuat emas sangat mudah untuk dijual kembali sewaktu-waktu ketika investor membutuhkan dana darurat secara mendadak.