Pakar Keuangan Beri Strategi Gen Z Bangun Kekayaan Sejak Dini

Pakar Keuangan Beri Strategi Gen Z Bangun Kekayaan Sejak Dini
Foto: Ilustrasi Pakar Keuangan Beri Strategi Gen Z Bangun Kekayaan Sejak Dini.

Generasi Z memiliki peluang besar membangun kekayaan lebih awal dengan menerapkan strategi investasi yang efisien dan disiplin perencanaan keuangan di tengah kemudahan akses layanan digital saat ini. Dilansir dari Finansial pada Senin (4/5/2026), keberhasilan finansial tersebut sangat bergantung pada penguatan fondasi ekonomi pribadi.

I Wayan Nuka Lantara, pakar perbankan, keuangan, dan investasi dari FEB UGM, menjelaskan bahwa akses terhadap teknologi finansial seperti aplikasi investasi dan pinjaman daring menjadi keunggulan sekaligus risiko bagi generasi muda. Tanpa pemahaman yang benar, kemudahan tersebut justru berpotensi menjebak mereka dalam perilaku konsumtif.

Wayan menyoroti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sebagai hambatan utama yang memicu pengeluaran berlebihan dan ketergantungan pada pinjaman online. Pengelolaan pendapatan dan pengeluaran secara ketat menjadi syarat mutlak sebelum seseorang memutuskan untuk mulai menempatkan modal pada instrumen tertentu.

Langkah awal yang direkomendasikan bagi pemula adalah mengalokasikan dana darurat setara 3 hingga 6 bulan pengeluaran sebelum memasuki fase investasi berkala. Selain itu, pemisahan antara kebutuhan pokok dan keinginan belanja harus dilakukan secara tegas guna memastikan ketersediaan modal investasi setiap bulannya.

Wayan menyarankan pemilihan instrumen yang ramah bagi pemula guna meminimalkan risiko kerugian besar di tahap awal pembelajaran. Penggunaan modal minimal pada instrumen tertentu dianggap lebih bijak bagi mereka yang baru mengenal mekanisme pasar modal.

"Reksa dana sebagai langkah awal yang direkomendasikan untuk belajar investasi," sebut Wayan, Dosen FEB UGM.

Setelah menguasai dasar-dasar pasar, para investor muda dapat mulai melakukan diversifikasi ke instrumen lain seperti saham, obligasi, atau emas. Namun, dokumen dari Rich Dad mengingatkan agar akses pasar yang mudah tidak membuat investasi dianggap sekadar permainan atau judi emosional.

Peningkatan pendapatan juga menjadi kunci penting selain menekan pengeluaran yang tidak perlu. Gen Z didorong untuk mengembangkan beberapa sumber penghasilan, mulai dari gaji tetap, pendapatan portofolio berupa dividen, hingga pendapatan pasif dari properti atau bisnis aktif.

Membangun keterampilan bernilai tinggi melalui pekerjaan sampingan seperti desain grafis, penulisan lepas, atau pembuatan konten dapat memperkuat ketahanan finansial. Konsistensi dalam menyisihkan dana secara otomatis dianggap sebagai strategi paling efektif untuk menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi