Stanford GSB Perluas Program Transformasi Bisnis di Indonesia

Stanford GSB Perluas Program Transformasi Bisnis di Indonesia
Foto: Ilustrasi Stanford GSB Perluas Program Transformasi Bisnis di Indonesia.

Stanford Graduate School of Business (GSB) memperluas jangkauan filantropinya ke Indonesia melalui peluncuran Stanford Seed Transformation Program (STP) di Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Inisiatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan kepemimpinan bagi pengusaha skala menengah.

Program yang dilansir dari Edukasi ini bukan merupakan pendidikan manajemen biasa, melainkan upaya strategis untuk membantu sektor swasta di negara berkembang. Stanford GSB menargetkan transformasi pengusaha agar mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak melalui skema pendampingan terstruktur selama 10 bulan.

Country Director Stanford Seed Indonesia, Philip Setiadi, menjelaskan bahwa visi utama program ini adalah membantu pengusaha lokal mentransformasi bisnis mereka agar mampu menggerakkan ekonomi secara signifikan.

"Visi utamanya adalah membantu pengusaha di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mentransformasi bisnis mereka menjadi perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan," ungkap Philip Setiadi.

Pendaftaran untuk angkatan tahun 2027 telah dibuka dengan menyediakan skema beasiswa bagi peserta yang memenuhi kriteria tertentu. Philip menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak boleh menjadi penghalang bagi pemimpin bisnis yang memiliki potensi dampak sosial yang besar.

"Kuota minimal 30 persen diberikan untuk pemimpin bisnis perempuan, termasuk kesempatan beasiswa program ini," ujarnya.

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Stanford Seed juga mewajibkan para peserta untuk mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam rencana jangka panjang mereka.

"Dalam strategi dan rencana pertumbuhan bisnis, para pemimpin bisnis ini diwajibkan untuk memasukan minimal salah satu dari tujuan pembangunan berkelanjutan dalam proposal mereka," tegas Philip Setiadi.

Penekanan pada aspek keberlanjutan ini bertujuan agar dampak positif perusahaan dapat dirasakan langsung oleh komunitas dan lingkungan sekitar.

"Ini untuk memastikan program ini tidak hanya memberikan dampak bagi bisnis perusahaan saja, melainkan juga dampak lebih luas untuk lingkungan, komunitas, dan masyarakat," pungkas Philip Setiadi.

Dari sisi peserta, Co-Founder Green Montessori School, Nourma Bachtiar, menyebutkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini memberikan perspektif baru dalam mengelola institusi pendidikan.

"Dulu lihat pendidikan sebatas kurikulum. Kini melalui STP kita diajak memperhatikan bagaimana orangtua melihat pendidikan di setiap secara jenjang berbeda dan apa yang yang diinginkan orangtua untuk pendidikan anak-anak mereka," ungkap Nourma Bachtiar.

Hal senada disampaikan oleh Eikha Nur Setianti dari PT IMEC International yang berhasil mendapatkan beasiswa melalui kebijakan afirmasi jender dalam program tersebut.

"Belum banyak program seperti ini di Indonesia, apalagi banyak perempuan pengusaha di STP. Tanggung jawab kepemimpinan perlu dipelajari dan ditambah wawasan makanya saya memutuskan masuk Standford Seed," ujar Eikha Nur Setianti.

Program ini menyasar bisnis dengan omzet tahunan antara USD 300.000 hingga USD 15 juta. Calon peserta dapat mengirimkan aplikasi pendaftaran mulai 15 Februari hingga 1 Juni 2026 melalui kanal resmi yang telah disediakan.

Artikel terkait

Rekomendasi