Sopir Bus Malaysia Dipecat Usai Viral Menyetir Sambil Pangku Wanita

Sopir Bus Malaysia Dipecat Usai Viral Menyetir Sambil Pangku Wanita
Foto: Ilustrasi Sopir Bus Malaysia Dipecat Usai Viral Menyetir Sambil Pangku Wanita.

Seorang pengemudi bus ekspres di Malaysia resmi diberhentikan dari pekerjaannya oleh pihak operator setelah terekam mengemudikan kendaraan sambil memangku seorang wanita. Penangkapan dan penahanan terhadap sopir serta wanita tersebut dilakukan pihak kepolisian selama empat hari sejak Kamis, 16 April 2026.

Aksi membahayakan ini terungkap setelah video berdurasi delapan detik yang memperlihatkan tindakan tersebut tersebar luas di media sosial. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik Oto, kepolisian setempat melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya mereka menyerahkan diri untuk diproses lebih lanjut.

Pengadilan Malaysia telah mengeluarkan perintah penahanan guna memfasilitasi penyelidikan terkait dugaan tindakan mengemudi yang membahayakan. Hal ini sejalan dengan pemberitaan The Malay Mail mengenai prosedur hukum yang sedang berjalan terhadap kedua individu tersebut.

Penyelidikan awal polisi menunjukkan insiden tersebut terjadi pada 12 April sekitar pukul 19.30 waktu setempat di sekitar area pintu masuk selatan Bemban R\&R, Melaka. Selain video memangku wanita, rekaman dasbor lain memperlihatkan bus tersebut berpindah jalur secara sembrono di jalan raya.

Sri Maju Group selaku operator bus mengonfirmasi bahwa mereka telah mengambil langkah tegas dengan memecat sopir tersebut segera setelah insiden diketahui. Pihak manajemen menilai perbuatan stafnya sebagai pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur perusahaan.

"Kami menyampaikan permintaan maaf yang paling tulus dan tanpa syarat kepada seluruh penumpang yang terdampak serta kepada masyarakat. Setiap pengguna angkutan umum berhak mendapatkan layanan yang aman, bertanggung jawab, dan profesional setiap saat," ujar manajemen Sri Maju Group sebagaimana dilansir Mothership.

Sebagai langkah antisipasi di masa depan, operator kini mulai memperketat pengawasan internal terhadap armada mereka. Perusahaan menyatakan bahwa sistem pemantauan tambahan akan segera dipasang pada bus lama, sementara armada baru sudah mulai dilengkapi dengan teknologi serupa guna menjamin keamanan penumpang.

Artikel terkait

Rekomendasi