Sopir Angkot Bakar Rekan Kerja di Tanah Abang Akibat Rebutan Antrean

Sopir Angkot Bakar Rekan Kerja di Tanah Abang Akibat Rebutan Antrean
Foto: Ilustrasi Sopir Angkot Bakar Rekan Kerja di Tanah Abang Akibat Rebutan Antrean.

Satu unit angkutan kota (angkot) yang hangus dibakar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih berada di dekat lokasi kejadian. Kendaraan tersebut saat ini teronggok di depan Kantor Camat Tanah Abang dengan kondisi rusak berat.

Dilansir dari Megapolitan, sebagian besar badan angkot berwarna biru itu telah habis dilalap api. Seluruh kaca kendaraan pecah dan bagian interiornya hancur total akibat panasnya api yang membakar kendaraan tersebut.

Kursi angkot yang semula berbahan kulit dan busa kini hanya menyisakan rangka besi yang menghitam. Begitu pula dengan setir kendaraan jenis Suzuki Carry tersebut yang tinggal menyisakan kerangka logam saja.

Saat ini, bangkai angkot itu telah dipindahkan ke trotoar sempit di Jalan Awaludin IV, tepat di sisi kanan Kantor Camat Tanah Abang. Sementara itu, lokasi pembakaran sudah kembali dipenuhi pedagang kaki lima sejak sore hari.

Aktivitas transportasi di trayek tersebut dilaporkan telah kembali normal. Para sopir angkot terlihat kembali beroperasi menarik penumpang seperti biasa meski sempat terjadi ketegangan di lokasi tersebut.

Syamsul (50), salah satu sopir angkot, mengungkapkan bahwa polisi sebenarnya ingin membawa kendaraan itu sebagai barang bukti. Namun, para sopir meminta agar kendaraan tidak dipindahkan jauh dari lokasi.

"Tapi kami minta enggak usah, nanti mau diperbaiki. Siapa tahu korbannya masih mau narik lagi nanti," kata Syamsul saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/4/2026).

Peristiwa pembakaran angkot Roxy-Benhil ini diduga dipicu oleh ketersinggungan pelaku setelah ditegur oleh sesama sopir. Akibat kejadian tragis ini, korban bernama Suyadi (52) harus menjalani perawatan medis secara intensif.

Suyadi menderita luka bakar serius pada bagian punggung, bokong kiri, serta tangan kanan. Saat ini, korban masih dirawat di Rumah Sakit Tarakan, sementara pelaku berinisial P (38) tengah dalam pengejaran pihak kepolisian.

Menurut keterangan Syamsul, sistem antrean penumpang biasanya diterapkan secara ketat oleh para sopir di wilayah Pasar Tanah Abang, Roxy, hingga Bendungan Hilir. Meski terkadang ada yang menyela, konflik biasanya jarang berujung kekerasan.

"Ya kaget saja, kok sampai ya istilahnya sampai setega itu kan gitu orang melakukan," ujarnya.

Syamsul menambahkan bahwa korban dan pelaku sebenarnya saling mengenal karena bekerja pada sif pagi yang sama. Ia menyebut korban dikenal sebagai sosok yang baik, bahkan baru saja kembali dari ibadah umrah.

"Kemarin dia juga baru pulang umrah, baik-baik saja kok selama ini sama sesama sopir," kata Syamsul.

Kronologi Kejadian di Jalan KH Mas Mansyur

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membeberkan kronologi insiden yang bermula di Jalan KH Mas Mansyur. Pelaku diketahui mencoba memotong antrean angkot yang sedang menunggu giliran mengangkut penumpang.

Setelah memotong antrean, pelaku sempat pergi meninggalkan lokasi melalui Jalan Awaludin II. Namun, ia kemudian memutar arah dan kembali datang dari arah Jalan Awaludin IV untuk menemui korban.

Setibanya di lokasi, pelaku langsung menghentikan kendaraannya tepat di samping kanan angkot korban. Tanpa peringatan panjang, pelaku membuka pintu kemudi korban dan menyiramkan cairan mudah terbakar.

"Pelaku langsung membuka pintu korban, sesaat itu pelaku langsung menyiramkan bensin mengenai tubuh korban di dalam angkot," ujar Dhimas.

Setelah menyiramkan bensin, pelaku menyulut api menggunakan korek dan melemparkannya ke dalam kabin. Api dengan cepat membesar, membakar tubuh korban sekaligus menghanguskan seluruh bagian dalam kendaraan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi