Aktivitas mengambil foto dan merekam video merupakan salah satu faktor utama yang membuat daya baterai smartphone cepat habis.
Kebutuhan daya ponsel akan meningkat tajam untuk menjalankan sensor kamera dan memproses gambar secara real-time, terutama saat merekam video resolusi tinggi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Sony menggandeng produsen chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) guna mengembangkan sensor kamera generasi baru yang lebih efisien.
Kemitraan ini pertama kali diumumkan oleh Sony pada awal Mei 2026 lalu, seperti dikutip dari Tekno.
Sony kemudian memberikan konfirmasi kepada outlet media Android Authority bahwa kolaborasi tersebut memang sengaja dirancang untuk memproduksi sensor kamera smartphone.
"Kemitraan ini mencakup sensor gambar generasi berikutnya, dimulai dari aplikasi untuk kamera smartphone," kata perwakilan Sony, seperti dikutip KompasTekno dari AndroidAuthority.
Pihak Sony juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan TSMC ini ke depannya akan diperluas ke sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) fisik lainnya, termasuk robotika dan otomotif.
Selama ini, Sony selalu merancang serta memproduksi sensor kameranya secara mandiri di fasilitas mereka yang berada di Jepang.
Melalui kolaborasi terbaru ini, Sony mulai memanfaatkan teknologi fabrikasi chip milik TSMC yang dinilai lebih modern untuk melahirkan sensor kamera generasi berikutnya.
Dalam pembagian tugasnya, Sony akan lebih fokus pada aspek desain dan teknologi sensor kamera, sedangkan TSMC menyokong proses manufaktur menggunakan teknologi canggih mereka.
"Joint venture ini menjadi kerangka untuk memperluas opsi investasi dan pengembangan dengan menggabungkan teknologi desain sensor Sony dan teknologi manufaktur canggih milik TSMC," jelas Sony.
Langkah strategis ini dinilai membawa angin segar bagi industri kamera smartphone berkat reputasi TSMC yang mampu menghasilkan sensor dengan efisiensi tinggi.
Penerapan teknologi produksi chip terbaru dari TSMC ini digadang-gadang mampu menekan konsumsi daya ponsel menjadi jauh lebih rendah.
Dampaknya, kamera smartphone di masa depan berpotensi tidak lagi menguras baterai secara berlebihan meskipun digunakan untuk mengambil foto atau merekam video dalam durasi lama.
Perangkat Bisa Lebih Dingin
Selain menawarkan efisiensi baterai, sensor kamera hasil kolaborasi Sony dan TSMC ini diyakini mampu mereduksi suhu panas berlebih pada perangkat.
Pengendalian suhu menjadi faktor krusial karena panas yang tinggi sering kali mengganggu performa kamera smartphone, khususnya saat merekam video resolusi tinggi.
Jika suhu panas perangkat dapat diminimalisir, smartphone berpotensi mengalami lebih sedikit frame drop dan bisa menghasilkan rekaman video berkualitas tinggi secara lebih stabil.
Meski kerja sama ini telah resmi diumumkan, jadwal rilis untuk sensor kamera smartphone pertama hasil kolaborasi Sony dan TSMC masih belum diungkap ke publik.