SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru di Kawasan Transmigrasi Samboja

SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru di Kawasan Transmigrasi Samboja
Foto: Ilustrasi SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru di Kawasan Transmigrasi Samboja.

Tiga belas titik sumur minyak dan gas bumi baru ditemukan di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penemuan cadangan energi ini diproyeksikan memiliki nilai ekonomi yang signifikan hingga mencapai Rp 2,5 triliun.

Kabar mengenai potensi sumber daya alam ini dikonfirmasi oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, setelah melakukan koordinasi dengan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Grand Makarti Kementerian Transmigrasi, Jumat (8/6/2026). Data tersebut dilansir dari Detik Finance sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan transmigrasi.

"Kami mendapat informasi dari Kepala SKK Migas ada ditemukan potensi 13 sumur baru minyak dan gas yang berada di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Jumat (8/6/2026).

Iftitah menjelaskan bahwa keberadaan sumber migas di wilayah tersebut menjadi poin krusial bagi pengembangan kawasan transmigrasi ke depan. Pemerintah berharap hasil eksplorasi ini mampu mendorong laju pembangunan infrastruktur dan taraf hidup warga setempat.

"Nah, ini juga menandakan informasi yang sangat baik untuk kita semua bahwa seperti yang kami duga sebelumnya, transmigrasi itu tidak selalu identik dengan pangan atau hanya dengan pertanian," kata Iftitah.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberikan rincian teknis terkait rencana operasional di lapangan. Menurutnya, langkah pengeboran akan segera direalisasikan secara bertahap pada bulan Juni 2026 terhadap seluruh sumur baru yang telah dipetakan tersebut.

Selain potensi baru, saat ini sudah terdapat 79 sumur migas yang beroperasi aktif di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di wilayah Kutai Kartanegara. Djoko memberikan apresiasi kepada pihak kementerian atas izin yang diberikan untuk kegiatan produksi ini.

"Alhamdulillah kami apresiasi sekali, terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai ngebor," kata Djoko Siswanto.

Sebagai langkah penguatan legalitas, kedua instansi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai sinergi tugas dalam mendukung usaha hulu migas di area transmigrasi. Kerja sama ini meliputi sinkronisasi data lahan dan integrasi perencanaan wilayah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait transformasi pembangunan daerah.

Artikel terkait

Rekomendasi