Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat memberlakukan pengetatan regulasi bagi investor yang membeli properti di bawah harga pasar pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini diambil untuk meredam spekulasi dan mencegah praktik jual beli cepat atau flipping yang memicu lonjakan harga bangunan.
Pembatasan tersebut bertujuan melindungi warga negara Singapura agar tetap memiliki akses terhadap rumah pertama mereka tanpa harus bersaing dengan investor yang memborong unit murah. Kebijakan ini dilansir dari Money sebagai respons atas dinamika pasar yang mulai tidak stabil.
"Kita harus memenuhi permintaan perumahan yang terus kuat sambil mengatasi kebutuhan yang semakin beragam di setiap tahap kehidupan. Kita harus memastikan bahwa apartemen kita tetap terjangkau dan mudah diakses di tengah perubahan kondisi ekonomi," jelas Chee, Menteri Pembangunan Nasional Singapura.
Penyesuaian aturan ini menyasar program Executive Condominium (EC) yang telah berjalan selama tiga dekade melalui tender pengembang swasta. Awalnya, EC dirancang bagi warga berpenghasilan tinggi agar mendapatkan hunian layak dengan harga terjangkau.
Namun, dalam praktiknya, banyak pembeli yang hanya memanfaatkan unit tersebut sebagai instrumen investasi dengan menjualnya kembali setelah masa tunggu lima tahun. Kondisi ini menyebabkan banyak unit rumah tidak ditempati sementara harga terus melambung akibat transaksi berulang.
Pemerintah kini menetapkan larangan penjualan properti EC selama 10 hingga 15 tahun ke depan mengikuti ketentuan Minimum Occupation Period (MOP). Selain itu, pembeli program EC wajib melakukan pembayaran tunai di awal tanpa penundaan selama masa pembangunan unit.
Kriteria penerima hunian publik juga sedang dalam tahap evaluasi untuk menjamin tepat sasaran bagi rumah tangga yang membutuhkan. Batas pendapatan bulanan menjadi salah satu poin yang ditinjau ulang oleh otoritas setempat.
"Pemerintah juga sedang meninjau batas pendapatan bulanan sebesar 11 ribu dollar AS (sekitar Rp 191 juta) untuk unit-unit yang disebut build-to-order, yang merujuk pada unit perumahan publik baru, untuk memastikan unit-unit tersebut tetap terjangkau dan dapat diakses oleh sebagian besar rumah tangga Singapura," jelas Chee.
Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas perdagangan EC di pasar terbuka setelah melewati masa MOP. Hal ini menjadi landasan pemerintah untuk menaikkan kuota unit baru bagi pembeli rumah pertama menjadi 90 persen.
"Pada tahun 2021 hingga 2025, di antara EC yang diperdagangkan di pasar terbuka, sekitar 75 persen terjual dalam waktu lima tahun setelah MOP-nya, naik dari 45 persen pada periode lima tahun sebelumnya," jelas Chee.
Saat ini, kawasan Canberra Drive dan Sembawang Drive masih menjadi incaran utama para investor swasta untuk pengembangan proyek berikutnya. Pemerintah akan memastikan alokasi properti di dua wilayah tersebut tetap diprioritaskan sebesar 70 persen bagi kategori pembeli rumah pertama.