PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, resmi merampungkan pengembangan fasilitas produksi dan dermaga di Pabrik Tuban, Jawa Timur, pada Selasa (5/5/2026). Proyek strategis bernilai Rp1,4 triliun ini ditandai dengan penerbitan Taking Over Certificate sebagai bukti kesiapan operasional secara teknis.
Penyelesaian infrastruktur ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar global di tengah kondisi kelebihan kapasitas produksi pada industri semen domestik. Dilansir dari Money, pengembangan tersebut mencakup integrasi jetty trestle dan jetty platform baru dengan fasilitas yang sudah ada sebelumnya untuk mendukung kelancaran logistik.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas di Tuban secara khusus disiapkan guna menyasar permintaan semen spesifikasi internasional dari pasar luar negeri.
"Pengembangan fasilitas di Tuban dirancang untuk memenuhi permintaan ekspor semen tipe khusus dengan spesifikasi berkelas internasional, antara lain peningkatan kapasitas dermaga dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT," kata Indrieffouny Indra, Direktur Utama SIG.
Sistem pengangkutan material kini didukung oleh tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam. Perusahaan juga meningkatkan kapasitas penyimpanan melalui pembangunan blending silo sebesar 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, serta dua unit cement silo masing-masing berkapasitas 18.000 ton.
Peningkatan infrastruktur pelabuhan ini diklaim mampu menyokong kapasitas ekspor perusahaan hingga mencapai 1 juta ton semen setiap tahunnya. Indra menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi perusahaan untuk menjaga utilisasi pabrik tetap optimal saat pasar dalam negeri sedang melambat.
ÔÇØSelain memperluas penetrasi pasar ekspor bernilai tinggi, keunggulan portofolio ini juga memperkuat posisi SIG di kancah industri global,ÔÇØ tambah Indrieffouny Indra, Direktur Utama SIG.
Proyek pengembangan di Tuban ini terlaksana melalui kolaborasi antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation, serta melibatkan PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana. Melalui infrastruktur ini, SIG memproyeksikan kegiatan ekspor sebagai motor pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok konstruksi dunia.