Shinsegae Group Pecat CEO Starbucks Korea Akibat Kontroversi Promosi

Shinsegae Group Pecat CEO Starbucks Korea Akibat Kontroversi Promosi
Foto: Ilustrasi Shinsegae Group Pecat CEO Starbucks Korea Akibat Kontroversi Promosi.

Shinsegae Group memecat CEO Starbucks Korea, Sohn Jeong hyun, setelah kampanye promosi perusahaan bertajuk "Tank Day" pada Senin memicu kontroversi besar dan gelombang boikot dari masyarakat Korea Selatan. Langkah tegas pemegang saham mayoritas ini diambil setelah promosi tersebut dinilai menyinggung tragedi berdarah Pemberontakan Gwangju 1980.

Seperti dilansir dari Money, promosi yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 26 Mei tersebut langsung dihentikan oleh pihak manajemen hanya beberapa jam setelah diluncurkan. Publik mengecam keras penggunaan istilah "Tank" dan slogan "tak di atas meja" yang dianggap membangkitkan trauma sejarah penumpasan demonstran pro-demokrasi serta kasus penyiksaan aktivis mahasiswa masa lalu.

Pihak manajemen Starbucks Korea langsung menarik promosi tersebut dan menyampaikan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat.

"Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan kepada pelanggan kami karena hal ini," kata Starbucks Korea.

Perusahaan kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh agar kesalahan serupa dalam strategi pemasaran mereka tidak kembali terulang.

"Kami segera menangguhkan acara tersebut dan akan meninjau serta meningkatkan proses internal kami untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang," lanjut perusahaan.

Gelombang protes ini juga memicu reaksi keras dari pejabat tertinggi pemerintahan Korea Selatan yang menilai kampanye tersebut tidak menghormati sejarah perjuangan bangsa.

"Apa yang mereka pikirkan, mengetahui berapa banyak nyawa yang melayang hari itu dan betapa seriusnya hal itu merusak keadilan dan sejarah negara kita?" tulis Lee di platform X.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik tajam orientasi bisnis perusahaan yang dianggap mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

"Saya marah dengan perilaku tidak manusiawi pedagang kelas rendah seperti itu, yang mengingkari nilai nilai dasar hak asasi manusia dan demokrasi negara kita," lanjut dia.

Sikap tegas juga ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi konglomerasi yang menaungi merek kedai kopi global tersebut di Korea Selatan.

"Kesalahan yang tidak dapat dimaafkan yang meremehkan penderitaan dan pengorbanan semua orang yang telah mengabdikan diri pada demokrasi negara ini," kata Chung.

Ketua Shinsegae Group, Chung Yong jin, berjanji akan mengusut tuntas proses persetujuan kampanye pemasaran ini. Saat ini, operasional kedai kopi tersebut sepenuhnya dikuasai oleh E-mart sebesar 67,5 persen dan Government of Singapore Investment Corporation sebesar 32,5 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi