Perusahaan penyedia bahan bakar minyak swasta, Shell Indonesia, mulai memasarkan kembali produk V-Power Diesel secara bertahap di sejumlah wilayah operasionalnya pada Minggu (10/5/2026). Penjualan produk solar tersebut dilakukan di tengah proses koordinasi perusahaan dengan pemerintah terkait izin impor bahan bakar untuk tahun 2026.
Ketersediaan bahan bakar jenis diesel ini diumumkan secara resmi melalui kanal media sosial perusahaan. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik Finance, operasional penjualan kembali ini telah mencakup puluhan titik pengisian bahan bakar di area Jabodetabek hingga Bandung.
"Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell," tulis Shell dalam pengumumannya di Instagram resmi @shell_indonesia, Mimggu (10/5/2026).
Data dari laman resmi perusahaan menunjukkan terdapat 33 gerai SPBU yang kini melayani pembelian V-Power Diesel. Sebaran lokasi mencakup wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan Bandung dengan harga jual ditetapkan sebesar Rp 30.890 per liter.
Selain penjualan bahan bakar diesel, pihak pengelola memastikan bahwa fasilitas penunjang lainnya di area SPBU tetap beroperasi normal untuk melayani pelanggan. Hal ini mencakup layanan perawatan kendaraan hingga gerai makanan yang terintegrasi di lokasi tersebut.
"Produk dan layanan di Shell Select, deli2go, dan Bengkel SPBU Shell, dan Shell Recharge tetap tersedia," tulis pengumuman tersebut.
Meskipun varian diesel sudah tersedia, sejumlah jenis bahan bakar lain seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ terpantau belum kembali dipasarkan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pasti ketersediaan kembali produk-produk bensin tersebut di pasar Indonesia.
Pihak manajemen melalui akun resmi media sosialnya memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai kendala pasokan jenis BBM lainnya. Perusahaan menyatakan bahwa saat ini masih dalam tahap pemenuhan regulasi administratif untuk pengadaan stok tahun berjalan.
Sejauh ini perusahaan masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku, tulis pihak Shell dalam kolom komentar unggahan resminya.