Shell Indonesia Mulai Distribusikan Kembali BBM V-Power Diesel

Shell Indonesia Mulai Distribusikan Kembali BBM V-Power Diesel
Foto: Ilustrasi Shell Indonesia Mulai Distribusikan Kembali BBM V-Power Diesel.

PT Shell Indonesia kembali menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power Diesel ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara bertahap mulai Minggu (10/5/2026). Langkah ini dilakukan setelah ketersediaan produk tersebut sempat mengalami kekosongan di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan yang dilansir dari Detik Oto di kawasan Jabodetabek, produk diesel dengan angka setana (CN) 51 tersebut dibanderol seharga Rp 30.890 per liter. Perusahaan menginformasikan bahwa pasokan untuk kendaraan mesin diesel modern ini mulai tersedia kembali di jaringan ritel mereka.

Pihak manajemen menyampaikan pengumuman resmi mengenai kembalinya ketersediaan produk tersebut melalui kanal media sosial perusahaan. Shell mengonfirmasi bahwa proses distribusi saat ini tengah berlangsung demi menjangkau seluruh titik pengisian secara menyeluruh.

"Terima kasih sudah setia menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell," tulis Shell.

Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan platform digital guna memastikan lokasi SPBU mana saja yang sudah menyediakan stok. Selain itu, manajemen memastikan bahwa fasilitas pendukung lainnya di lokasi SPBU tetap beroperasi tanpa gangguan.

"Produk dan layanan di Shell Select, deli2go, dan Bengkel SPBU Shell, dan Shell Recharge tetap tersedia," lanjut Shell.

Data dari laman resmi perusahaan menunjukkan daftar wilayah yang telah menerima pasokan mencakup Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara. Meskipun demikian, laporan ketersediaan menunjukkan bahwa beberapa varian produk lain seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tersedia sepenuhnya di semua lokasi.

Sebelumnya, kelangkaan stok terjadi lantaran adanya proses administratif yang harus diselesaikan oleh pihak korporasi. Shell sempat menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah terkait regulasi rekomendasi impor bahan bakar minyak untuk tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi