Seorang prajurit TNI AD berinisial Sertu AW dilaporkan terluka akibat penusukan oleh pemilik warung kelontong di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/5/2026). Insiden yang sempat viral di media sosial tersebut berawal dari perselisihan saat transaksi belanja yang berujung pada perusakan lokasi usaha.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, mengonfirmasi keterlibatan personel militer dalam keributan dengan warga sipil tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny.
Donny menjelaskan bahwa kesalahpahaman saat melakukan transaksi di warung memicu percekcokan antara Sertu AW dan pemilik toko. Pertikaian tersebut kemudian meningkat hingga mengakibatkan kontak fisik yang mencederai pihak prajurit TNI.
"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny.
Saat ini, Sertu AW tengah menjalani perawatan medis intensif di RS Hermina Kemayoran guna menangani luka tusukan tersebut. Donny juga menanggapi narasi video viral yang memperlihatkan kondisi toko kelontong berantakan setelah kejadian.
"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny.
Masyarakat diminta untuk menyaring informasi dan tidak menelan mentah-mentah cuplikan video singkat yang tidak mencerminkan kronologi secara menyeluruh. Donny memastikan bahwa koordinasi dengan kepolisian terus berjalan demi kelancaran proses hukum.
"Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik," kata Donny.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membenarkan adanya peristiwa yang dipicu kesalahpahaman tersebut pada Senin (4/5/2026). Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden di wilayah Sumur Batu tersebut.
"Itu kejadiannya hari Minggu (3/5/2026). Ada kesalahpahaman," ujar Erlyn.
Erlyn memberikan informasi tambahan mengenai kondisi terkini para pihak yang terlibat dalam perkelahian massal di teras toko 'Adi Jaya' itu.
"Tidak ada yang sampai meninggal dunia," tambahnya.
Penyelesaian kasus ini kini berada di bawah wewenang Polres Metro Jakarta Pusat. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, menyatakan bahwa kedua pihak telah menempuh jalur mediasi.
"Tidak ada korban yang meninggal. Kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan," ujar Agung.