Sentimen MSCI Mengubah Jajaran Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI

Sentimen MSCI Mengubah Jajaran Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI
Foto: Ilustrasi Sentimen MSCI Mengubah Jajaran Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI.

Jajaran sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia mengalami pergeseran besar akibat sentimen penyesuaian indeks MSCI per Rabu (13/5/2026). Perubahan posisi yang dilansir dari Investor Daily ini melanda sejumlah saham elite seperti BREN, DSSA, TPIA, dan AMMN.

Tekanan penyesuaian indeks tersebut memicu perpindahan posisi emiten besar, bahkan mendepak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari kelompok sepuluh besar. Sebaliknya, saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sukses menembus daftar elite tersebut.

Penurunan paling mencolok dialami oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang merosot ke peringkat empat dengan kapitalisasi pasar Rp 428 triliun. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap bertahan di posisi puncak meski nilainya tergerus menjadi Rp 744 triliun akibat aksi jual investor asing.

Daftar Top 10 Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI per Rabu (13/5/2026)
PeringkatNama Emiten (Kode Saham)Kapitalisasi Pasar
1PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp 744 triliun
2PT DCI Indonesia Tbk (DCII)Rp 484 triliun
3PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)Rp 468 triliun
4PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp 428 triliun
5PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)Rp 388 triliun
6PT Bayan Resources Tbk (BYAN)Rp 373 triliun
7PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp 372 triliun
8PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)Rp 328 triliun
9PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)Rp 293 triliun
10PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)Rp 268 triliun

Fokus tekanan dari perombakan indeks ini berpusat pada saham DSSA dan BREN yang memicu aliran dana keluar bagi investor pasif. DSSA diperkirakan menghadapi arus keluar sekitar Rp 9 triliun, sedangkan BREN berpotensi melepas sekitar Rp 6 triliun.

ÔÇ£Artinya, lebih dari separuh tekanan MSCI sebenarnya hanya bertumpu pada dua saham tersebut,ÔÇØ tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasannya.

Dampak terhadap emiten lain seperti AMMN, CUAN, dan TPIA dinilai lebih minim karena harga sahamnya sudah terkoreksi mendalam. Penurunan harga sejak awal tahun membuat proyeksi pelarian modal asing menjadi lebih rendah dari perkiraan kepanikan awal.

ÔÇ£Karena itu, estimasi foreign outflow kini mulai terlihat lebih realistis dibandingkan panic scenario awal yang sempat mengarah ke Rp 50 triliun lebih,ÔÇØ sebut Kiwoom Sekuritas.

Beberapa analis lain juga mengeluarkan kalkulasi terhadap total modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia. Joeliardi Sunendar memproyeksikan angka perpindahan dana berkisar Rp 27,8 hingga Rp 31 triliun, CGS International mematok Rp 31,5 triliun, dan Citi memperkirakan Rp 34,7 triliun untuk skenario terburuk.

Artikel terkait

Rekomendasi