PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mengalokasikan belanja suku cadang lokal senilai Rp809 miliar pada tahun 2025 sebagai langkah strategis memperkuat rantai pasok nasional. Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan produk dalam negeri pada seluruh lini operasional industri bahan bangunan.
Dilansir dari Suara, realisasi belanja suku cadang domestik tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,79 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp787 miliar. Jika dibandingkan dengan basis data tahun 2020 sebesar Rp306 miliar, angka ini melonjak signifikan hingga 164,3 persen.
Pencapaian belanja suku cadang merupakan bagian dari total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SIG yang menyentuh angka Rp21,79 triliun sepanjang 2025. Jumlah tersebut mencakup 93,47 persen dari keseluruhan anggaran belanja barang dan jasa perusahaan yang bernilai Rp23,32 triliun.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, memberikan penjelasan mengenai landasan strategis perusahaan dalam mengutamakan komponen domestik. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi berbasis ESG yang bertujuan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, SIG secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM, untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri," tutur Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG.
Perusahaan juga terus berfokus pada inovasi produk, termasuk pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku dari dalam negeri. Upaya ini dilakukan untuk menjaga efisiensi biaya operasional sekaligus menurunkan emisi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
"Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan," ujar Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG.
Integrasi penggunaan produk lokal di lingkungan SIG mencakup berbagai aspek mulai dari pengadaan bahan baku primer hingga jasa penunjang industri lainnya. Strategi ini diharapkan mampu membangun ketahanan industri nasional yang lebih inklusif serta mampu bersaing di level global.