PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 13 unit SPBU Pertamina di berbagai wilayah resmi berhenti menyalurkan bahan bakar minyak jenis Pertalite pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini diambil seiring dengan pengajuan perubahan status operasional sejumlah titik pengisian bahan bakar tersebut.
Perubahan ini berkaitan dengan kebijakan internal perusahaan dalam mengembangkan layanan bagi pelanggan. Seperti dilansir dari Detik Finance, belasan titik tersebut kini tengah dalam proses transisi menjadi fasilitas layanan yang lebih eksklusif.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan bahwa sejumlah stasiun pengisian yang terdampak telah mengajukan peningkatan status menjadi SPBU Signature. Status baru ini berimplikasi pada jenis bahan bakar yang tersedia bagi konsumen di lokasi terkait.
"SPBU tersebut beralih mengajukan program peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature, SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi," terang Roberth kepada detikcom, Kamis (7/5/2026).
Pihak manajemen menekankan bahwa konsep stasiun pengisian Signature tersebut dirancang untuk mengutamakan kualitas kenyamanan pengguna. Fasilitas pendukung di lokasi tersebut juga dipastikan lebih variatif dibandingkan stasiun pengisian reguler.
"SPBU Signature ini lebih mengedepankan layanan dan fasilitas yang lebih lengkap dibanding SPBU yang masih menyalurkan BBM subsidi," ujarnya.
Salah satu titik yang sudah menerapkan skema layanan ini berada di kawasan Jakarta Selatan. Roberth menunjuk fasilitas di wilayah tersebut sebagai representasi dari standar baru yang tengah dikembangkan.
"Contoh SPBU Signature yang sudah ada adalah SPBU Signature Pondok Indah salah satunya," ujarnya.
Meski terdapat sejumlah titik yang tidak lagi menyediakan bahan bakar penugasan tersebut, masyarakat diminta tidak merasa khawatir. Distribusi produk bersubsidi dipastikan tetap berjalan normal di lokasi lain untuk memenuhi kebutuhan publik.
"Pertamina tetap berkomitmen melayani Pertalite untuk masyarakat sebagai Penugasan Pemerintah (PSO)," kata Roberth.