Schneider Electric Terapkan Segmentasi Nilai Hadapi Persaingan Pasar

Schneider Electric Terapkan Segmentasi Nilai Hadapi Persaingan Pasar
Foto: Ilustrasi Schneider Electric Terapkan Segmentasi Nilai Hadapi Persaingan Pasar.

Schneider Electric Indonesia mengimplementasikan strategi segmentasi nilai untuk memperkuat posisi di pasar perangkat kelistrikan nasional yang kompetitif. Langkah strategis ini dilakukan guna menghindari persaingan harga melalui portofolio produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen pada Selasa (5/5/2026).

Dilansir dari Bisnis, perusahaan manufaktur ini berupaya menjangkau berbagai lapisan pasar melalui diversifikasi produk. Penggunaan strategi tersebut memungkinkan penyediaan solusi kelistrikan bagi segmen menengah tanpa mengesampingkan standar keamanan dan kualitas material.

"Strategi kami tidak hanya berbasis harga, tetapi pada pendekatan value segmentation," kata Martin Setiawan, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste.

Pendekatan ini berfokus pada pengelompokan pasar berdasarkan manfaat spesifik yang dicari pelanggan. Fokus perusahaan mencakup pemenuhan prioritas yang beragam, mulai dari aspek harga ekonomis hingga faktor durabilitas dan kemudahan integrasi perangkat.

"Konsumen saat ini semakin kritis mempertimbangkan kombinasi desain modern, standar keselamatan tinggiÔÇöseperti SNI dan IECÔÇöserta daya tahan material sebagai pertimbangan utama," kata Martin Setiawan, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste.

Selain menyasar volume pasar dengan lini produk fungsional, perusahaan juga menawarkan seri AvatarOn untuk segmen premium. Produk ini mengusung konsep perangkat kabel yang dapat disesuaikan sepenuhnya sesuai keinginan pengguna.

"Vivace E sendiri dirancang versatile dan mudah diintegrasikan dalam berbagai jenis proyek, sehingga relevan untuk kebutuhan volume besar maupun penggunaan individual," kata Martin Setiawan, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste.

Dalam hal distribusi, Schneider Electric menjalankan metode omnichannel yang menggabungkan jalur ritel dan B2B. Penguatan jaringan ritel dilakukan melalui kemitraan dengan distributor serta platform e-commerce untuk menyasar pemilik rumah secara langsung.

Sektor B2B tetap menjadi pilar utama melalui kolaborasi erat dengan pengembang properti, kontraktor, dan perakit panel. Segmen ini menyasar proyek perumahan massal hingga sektor perhotelan yang memerlukan integrasi produk dalam volume besar.

Artikel terkait

Rekomendasi