Kementerian Perdagangan Arab Saudi melaksanakan lebih dari 33.000 kunjungan inspeksi di Makkah dan Madinah sejak 19 April 2026 guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok serta stabilitas harga bagi jutaan jemaah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Langkah pengawasan intensif ini dilakukan di berbagai sektor usaha, mulai dari pasar tradisional hingga pusat servis kendaraan, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Pemerintah Saudi menargetkan pelayanan optimal sesuai standar untuk mendukung kelancaran distribusi logistik menuju Dua Masjid Suci.
Petugas kementerian memeriksa validitas promosi, kejelasan label harga, serta ketersediaan stok bahan makanan di pusat perbelanjaan dan gerai komersial. Selain sektor pangan, pengawasan menyasar toko emas, perhiasan, dan jalur distribusi logistik guna mencegah praktik perdagangan yang merugikan jemaah internasional.
Stabilitas harga menjadi prioritas utama mengingat adanya lonjakan konsumsi yang signifikan pada sektor makanan, kesehatan, dan perlengkapan ibadah. Otoritas terkait menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha wajib mematuhi aturan perdagangan dan dilarang melakukan manipulasi pasar atau eksploitasi di tengah tingginya permintaan.
Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat lebih dari 860.000 jemaah dari berbagai negara telah tiba di Tanah Suci. Pemerintah Saudi memprediksi jumlah ini akan terus bertambah secara masif hingga mendekati waktu wukuf di Arafah, sehingga pengawasan terhadap bisnis musiman di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diperketat.
Selain aspek ekonomi, inspeksi bertujuan memastikan produk makanan aman dikonsumsi dan layanan jasa memenuhi regulasi kesehatan, terutama saat menghadapi cuaca panas ekstrem. Transformasi melalui Visi Saudi 2030 menempatkan kualitas pengalaman jemaah sebagai fokus utama dalam manajemen kota berskala besar selama musim haji.