Satpol PP Sawah Besar mengamankan lima orang pria yang kedapatan sedang mengolah ikan sapu-sapu di pinggir Kali Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/4/2026) siang. Aktivitas tersebut dilakukan tepat di area depan Pos Bloc untuk mengumpulkan daging ikan guna dijual kembali.
Para pelaku mengaku bahwa hasil tangkapan tersebut biasanya diperoleh dari perairan Bekasi, namun luapan air sungai memaksa mereka berpindah lokasi pencarian. Dilansir dari Megapolitan, para petugas menemukan kelompok tersebut saat sedang menyiangi ikan di tepi aliran sungai.
Kasatpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga menjelaskan bahwa pemantauan awal mengira kelompok tersebut hanya melakukan kegiatan memancing biasa. Namun, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap adanya proses pemisahan daging, telur, dan kulit ikan secara massal.
"Setelah kami lakukan interogasi, mereka mengaku daging ikan ini akan dijual, ada pengepulnya di daerah Cikarang, Bekasi," kata Darwis Silitonga, Kasatpol PP Sawah Besar.
Berdasarkan keterangan para pria tersebut, daging ikan sapu-sapu dijual ke pengepul dengan harga Rp 15.000 per kilogram. Sementara itu, bagian telur ikan dihargai sebesar Rp 10.000 per kilogram untuk setiap pengiriman ke wilayah Cikarang.
Salah satu dari lima pria tersebut diketahui telah berhasil mengumpulkan daging ikan seberat 25 kilogram. Petugas juga mencatat bahwa hanya satu orang yang mampu menunjukkan identitas berupa fotokopi KTP saat dilakukan pemeriksaan di lokasi.
Darwis menekankan bahwa tindakan tersebut dilarang karena sisa limbah berupa kulit keras ikan dibuang kembali ke sungai yang berpotensi mencemari lingkungan. Petugas memberikan edukasi agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya di lokasi yang sama demi menjaga kebersihan publik.
"Nah, itu kami khawatirkan bisa menimbulkan pembusukan dan bau tidak sedap bagi warga sekitar," ujar Darwis Silitonga, Kasatpol PP Sawah Besar.
Kelima pria tersebut akhirnya dilepaskan setelah mendapatkan penjelasan mengenai dampak negatif aktivitas mereka terhadap lingkungan sekitar. Pihak Satpol PP menegaskan akan terus memantau area tersebut guna memastikan tidak ada lagi kegiatan serupa di bantaran sungai.