Seekor sapi jenis Berangus milik Agus Siswanto, warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, resmi terpilih sebagai hewan kurban bantuan presiden untuk Kota Palu. Sapi berwarna hitam legam dengan bobot mencapai 840 kilogram tersebut dipantau langsung di kandang pemiliknya pada Senin, 11 Mei 2026.
Sapi yang dijuluki Si Gerandong ini ditebus dengan nilai kontrak sebesar Rp 115 juta. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, Agus selaku pemilik telah membesarkan hewan ternak tersebut selama kurang lebih empat tahun sejak sapi masih berusia delapan bulan.
Agus menjelaskan bahwa penamaan Si Gerandong didasari oleh karakteristik fisik sapi tersebut yang tampak tangguh dan berwarna gelap.
"Karena warnanya hitam terus tampilannya seram, makanya saya kasih nama Gerandong," ujar Agus, pemilik sapi kurban.
Dalam proses perawatannya, Agus mengaku tidak menerapkan metode yang rumit melainkan hanya fokus pada konsistensi pemberian pakan berupa rumput, jerami, dan ampas tahu.
"Yang penting makan rumput rutin, dikasih ampas tahu, rumput sama jerami," katanya.
Terpilihnya Si Gerandong bermula dari seleksi yang dilakukan oleh petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu. Postur tubuh yang ideal dan berat badan yang masuk kriteria menjadi alasan utama pemilihan tersebut.
"Begitu ditimbang ternyata bobotnya masuk. Mungkin karena posturnya juga bagus," ujarnya.
Plt Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Palu, Nur Aida, menyatakan bahwa identifikasi sapi ini lebih mudah karena Agus merupakan salah satu peternak di bawah pembinaan pemerintah.
"Peternak ini memang sudah masuk wilayah binaan DPKP Palu, jadi kami sudah mengetahui peternak-peternak potensial," jelas Nur Aida, Plt Kabid Peternakan DPKP Palu.
Nur Aida menegaskan bahwa seleksi dilakukan dengan ketat sesuai standar Sekretariat Kepresidenan yang mematok bobot minimal 800 kilogram.
"Berat terakhir saat ditimbang tanggal 10 April 2026 mencapai 840 kilogram dan dari sisi kesehatan juga memenuhi syarat," katanya.
Pemerintah menyepakati harga jual sebesar Rp 115 juta setelah melalui proses negosiasi dengan pemilik ternak.
"Untuk harganya dari hasil negosiasi disepakati Rp 115 juta," ungkapnya.
Si Gerandong dijadwalkan akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 2026 di Masjid Al Rasyid, Huntap Tondo 1. Lokasi tersebut merupakan wilayah permukiman bagi warga yang terdampak bencana tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.
Agus Siswanto menyampaikan rasa syukurnya karena setelah 11 tahun bergelut di dunia peternakan, salah satu sapinya akhirnya dipilih oleh kepala negara.
"Ini kebanggaan bagi peternak, karena bisa dipilih oleh orang nomor satu di Indonesia sebagai sapi kurban," ucapnya.