Samuel Aset Manajemen Terapkan Integritas Kelola Dana Rp 14,4 Triliun

Samuel Aset Manajemen Terapkan Integritas Kelola Dana Rp 14,4 Triliun
Foto: Ilustrasi Samuel Aset Manajemen Terapkan Integritas Kelola Dana Rp 14,4 Triliun.

PT Samuel Aset Manajemen (SAM) menunjukkan kepiawaian dalam mengelola produk investasi dengan catatan kinerja yang melampaui angka inflasi tahunan. Dilansir dari Investortrust, perusahaan manajer investasi ini mengelola dana kelolaan atau asset under management (AUM) dengan total mencapai Rp 14,4 triliun.

Strategi investasi yang diterapkan SAM berhasil membawa produk reksa dana campuran miliknya mencetak imbal hasil rata-rata 11% per tahun selama 26 tahun terakhir. Capaian ini berada di atas rata-rata inflasi tahunan yang berkisar antara 3% hingga 5%.

Selain reksa dana campuran, SAM juga memiliki produk reksa dana saham unggulan yang dirilis sejak 2011 dengan return sekitar 9% per tahun. Bahkan hingga September 2023, kinerja reksa dana saham tersebut mampu menembus angka 17% secara year to date (ytd).

Identitas visual SAM yang menampilkan sosok pemanah memiliki makna mendalam terkait profesionalisme dan akurasi dalam membidik target investasi. Filosofi ini selaras dengan moto perusahaan untuk menjadi mitra investasi sepanjang masa bagi para nasabahnya.

Presiden Direktur SAM, Agus B Yanuar, menjelaskan bahwa logo tersebut melambangkan keahlian dan kepercayaan diri dalam membantu investor mencapai sasaran secara terukur. Hal ini menjadi pembeda utama SAM di tengah industri manajer investasi nasional.

"Moto kami di SAM adalah menjadi your life long investment partner. Kami ingin menjadi mitra investasi sepanjang masa bagi nasabah. Tentunya untuk menjadi mitra yang tepercaya, kami harus memiliki keahlian, kemudian akurasi, dan percaya diri dalam membantu mitra kami mencapai target-target investasi," kata Agus B Yanuar.

Rincian Dana Kelolaan dan Komposisi Aset

Hingga saat ini, total AUM sebesar Rp 14,40 triliun terdiri dari reksa dana senilai Rp 9,20 triliun dan kontrak pengelolaan dana (KPD) sebesar Rp 5,20 triliun. Komposisi reksa dana mencakup pasar uang dan obligasi Rp 2,30 triliun, serta reksa dana saham sebesar Rp 3,53 triliun.

SAM juga mengelola reksa dana campuran senilai Rp 860 miliar dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) sebesar Rp 2,51 triliun. Di kancah industri manajer investasi nasional, perusahaan menduduki peringkat ke-20 dengan pertumbuhan AUM reksa dana 1,3% secara tahunan per Agustus 2023.

Dalam pemilihan aset, khususnya saham, SAM cenderung memilih saham yang memberikan alpha atau imbal hasil lebih tinggi. Strategi ini didukung oleh pengelolaan dana berbasis riset yang mendalam untuk memastikan keamanan dana investor.

Pentingnya Integritas dalam Tata Kelola

Di tengah tantangan kepercayaan masyarakat terhadap industri reksa dana, SAM menekankan bahwa integritas adalah pilar utama dalam menjalankan bisnis. Tata kelola perusahaan yang baik (GCG) menjadi kunci agar perusahaan tetap tumbuh secara berkelanjutan tanpa tersandung masalah hukum.

"Imbal hasil naik dan turun itu biasa. Yang paling esensial itu integritas. Inilah sebetulnya yang dilihat investor sebelum mereka menempatkan dananya di sebuah MI," ujar Agus B Yanuar.

Agus menambahkan bahwa setiap keputusan investasi harus didasarkan pada riset sebagai alat pengambilan keputusan terbaik. Selain itu, pendekatan investasi dilakukan untuk jangka panjang, bukan sekadar perdagangan harian atau day trade.

Edukasi dan Masa Depan Industri

Potensi pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia dinilai masih sangat besar jika dibandingkan dengan dana pihak ketiga di perbankan. Saat ini jumlah investor reksa dana telah tumbuh pesat mencapai hampir 5 juta orang dari yang sebelumnya hanya sekitar 300.000 investor.

Peningkatan literasi keuangan menjadi tanggung jawab bersama antara regulator, pelaku industri, dan media massa. Integrasi kurikulum investasi sejak jenjang pendidikan dasar seperti SD atau SMP dianggap perlu untuk memperkenalkan pasar modal lebih dini kepada generasi muda.

Bagi calon investor, Agus memberikan tips untuk mengenali profil risiko pribadi sebelum memilih produk. Karakteristik individu, jangka waktu investasi, dan tujuan keuangan harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah akan mengambil produk konservatif, moderat, atau agresif.

Artikel terkait

Rekomendasi