Samsung secara resmi mulai mendistribusikan pembaruan antarmuka One UI 8.5 versi stabil untuk sejumlah perangkat Galaxy generasi sebelumnya, seperti seri Galaxy S25 dan Galaxy S24. Berdasarkan informasi resmi Samsung Newsroom yang dilansir dari Tekno, sistem operasi berbasis Android 16 ini mulai tersedia di Korea Selatan pada Selasa, 6 Mei 2026.
Ekspansi pembaruan ini dijadwalkan merambah wilayah lain termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Utara mulai 11 Mei mendatang. Kehadiran versi stabil ini mengakhiri masa penantian pengguna setelah program beta One UI 8.5 dibuka sejak Desember 2025.
Peluncuran ini menandai ketersediaan luas fitur-fitur baru yang sebelumnya hanya eksklusif pada seri Galaxy S26 saat debut Februari lalu. Samsung memerlukan waktu hampir enam bulan dengan total 10 versi beta untuk memastikan kesiapan sistem sebelum dirilis ke publik secara umum.
Beberapa perangkat yang dipastikan menerima pembaruan tahap awal ini mencakup ponsel lipat hingga tablet kelas atas. Berikut adalah daftar lengkap perangkat Samsung yang mendapatkan prioritas pembaruan One UI 8.5:
| Kategori Perangkat | Model Produk |
|---|---|
| Seri Galaxy S | Galaxy S25 series, Galaxy S25 FE, Galaxy S24 series, Galaxy S24 FE |
| Seri Galaxy Z | Galaxy Z Fold7, Galaxy Z Flip7, Galaxy Z Fold6, Galaxy Z Flip6 |
| Seri Galaxy Tab | Galaxy Tab S11 series, Galaxy Tab S10 series |
Meskipun distribusi global telah berjalan, pembaruan ini belum terpantau tersedia untuk pengguna di wilayah Indonesia hingga Kamis, 7 Mei 2026. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan perusahaan yang menggulirkan pembaruan secara bertahap di setiap negara.
Salah satu perubahan signifikan dalam One UI 8.5 adalah pengenalan desain antarmuka Frosted Glass yang menawarkan efek transparansi berlapis pada panel sistem dan widget. Selain estetika, Samsung juga menyematkan integrasi Perplexity AI pada asisten virtual Bixby guna meningkatkan kemampuan pemahaman konteks percakapan.
Fitur pengeditan gambar Photo Assist turut ditingkatkan sehingga pengguna dapat melakukan penyuntingan secara berkelanjutan tanpa harus menyimpan perubahan tiap tahap secara manual. Pengguna di Indonesia disarankan untuk mengecek ketersediaan pembaruan secara berkala melalui menu pengaturan perangkat masing-masing.