Saham PT Rukun Raharja Tbk Melonjak Usai Umumkan Rencana Stock Split 1 banding 5

Saham PT Rukun Raharja Tbk Melonjak Usai Umumkan Rencana Stock Split 1 banding 5
Foto: Ilustrasi Saham PT Rukun Raharja Tbk Melonjak Usai Umumkan Rencana Stock Split 1 banding 5.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) secara resmi mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5 untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. Langkah strategis ini dirancang agar harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel sekaligus mendongkrak volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Seperti dilansir dari Investortrust, saham perusahaan penyedia energi terintegrasi yang dikendalikan oleh investor Happy Hapsoro ini langsung melonjak setelah pengumuman tersebut. Saham RAJA menguat sebesar 5,28 persen ke level Rp 4.380 per lembar pada perdagangan intrahari.

Lonjakan saham RAJA ini berbanding terbalik dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada saat yang sama, IHSG justru dibuka melemah di zona merah akibat sentimen volatilitas regional.

Aksi korporasi stock split ini menjadi sinyal kuat mengenai kepercayaan manajemen terhadap valuasi perusahaan. Melalui langkah ini, RAJA memposisikan diri sebagai pilihan investasi dengan likuiditas tinggi di sektor infrastruktur energi.

Melalui rencana ini, nilai nominal saham RAJA akan turun dari Rp 25 menjadi Rp 5 per lembar saham. Perubahan ini mengakibatkan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan melonjak dari sekitar 4,23 miliar menjadi 21,14 billion lembar saham.

Pihak manajemen bergerak cepat untuk menyelesaikan transisi ini. Dokumen keterbukaan informasi telah diterbitkan bersamaan dengan pemanggilan resmi untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jadwal dan Garis Waktu untuk Investor

Proses menuju likuiditas baru ini dijadwalkan rampung pada bulan Juni dan Juli 2026. Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah mereka yang terdaftar per tanggal 26 Mei 2026.

Pertemuan krusial RUPS untuk memberikan persetujuan akhir atas aksi stock split ini akan digelar pada Selasa, 23 Juni 2026. Setelah mendapatkan persetujuan regulasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 8 Juli, perusahaan akan segera mencatatkan saham tambahan tersebut.

Perdagangan saham dengan nilai nominal lama akan berakhir pada 13 Juli 2026. Selanjutnya, saham RAJA dengan nilai nominal baru hasil stock split akan mulai diperdagangkan secara resmi di pasar pada 16 Juli 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi