Indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri perdagangan di posisi datar pada Selasa (3/2/2026) di tengah stabilisasi pasar global pasca gejolak aset kripto dan logam mulia. Dilansir dari Investortrust, meskipun indeks utama stagnan, sektor pertambangan mencatatkan lonjakan signifikan hampir 4 persen seiring rebound harga komoditas.
Penguatan tajam pada indeks Stoxx Basic Resources terjadi setelah harga logam mulia mulai bangkit dari aksi jual besar-besaran yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya. Kondisi pasar yang lebih tenang memberikan sentimen positif bagi bursa-bursa utama di kawasan Eropa yang mayoritas berada di zona hijau.
Data pasar menunjukkan sejumlah raksasa tambang di London mencatatkan kenaikan harga saham yang cukup drastis pada sesi perdagangan tersebut. Anglo American memimpin penguatan di indeks FTSE 100 dengan lonjakan sebesar 7,3 persen, diikuti oleh Antofagasta yang naik 6,3 persen.
Emiten tambang lainnya seperti Rio Tinto turut membukukan kenaikan sebesar 3,5 persen, sementara Fresnillo yang merupakan produsen perak terbesar dunia menguat 6,4 persen. Pergerakan positif ini menjadi pembalik arah setelah harga emas, perak, dan bitcoin sempat anjlok pada hari Jumat lalu.
Selain sektor komoditas, sentimen dari industri energi terbarukan muncul setelah adanya putusan pengadilan di Amerika Serikat terkait proyek angin lepas pantai. Orsted, perusahaan energi asal Denmark, memenangkan putusan hakim yang mengizinkan kelanjutan proyek Sunrise Wind di lepas pantai New York.
Keputusan tersebut menandakan kembalinya lima proyek angin lepas pantai yang sebelumnya sempat ditangguhkan oleh otoritas Gedung Putih. Kendati mendapatkan kepastian hukum untuk kelanjutan proyeknya, saham Orsted ditutup melemah tipis sebesar 0,6 persen pada hari yang sama.
Di belahan dunia lain, bursa Asia-Pasifik merespons positif klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tercapainya kesepakatan dagang dengan India. Trump menyatakan melalui unggahan media sosial bahwa India sepakat untuk meningkatkan pembelian produk-produk dari Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut mencakup penghentian pembelian minyak mentah dari Rusia oleh India yang akan dialihkan ke Amerika Serikat serta potensi pasokan dari Venezuela. Menyusul pernyataan tersebut, indeks acuan saham India, Nifty 50, langsung melonjak hingga 5 persen pada pembukaan perdagangan hari Selasa.