Saham Microsoft Anjlok 10 Persen Tekan Indeks S&P 500 dan Nasdaq

Saham Microsoft Anjlok 10 Persen Tekan Indeks S&P 500 dan Nasdaq
Foto: Ilustrasi Saham Microsoft Anjlok 10 Persen Tekan Indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Pasar modal Amerika Serikat mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat (30/1/2026) WIB. Indeks S&P 500 tergerus oleh merosotnya saham Microsoft setelah investor mencermati laporan kinerja terbaru perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Dikutip dari Investortrust, indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,13% hingga parkir di level 6.969,01. Kondisi serupa menimpa Nasdaq Composite yang terkoreksi tajam 0,72% ke posisi 23.685,12, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru menguat tipis 0,11% ke level 49.071,56.

Saham Microsoft tercatat menjadi beban utama indeks setelah anjlok sekitar 10%, yang menandai performa harian terburuknya sejak Maret 2020. Penurunan drastis ini dipicu oleh laporan perlambatan pertumbuhan bisnis cloud pada kuartal fiskal kedua serta panduan margin operasional yang dinilai lemah.

Kelesuan saham Microsoft memicu efek domino pada sektor perangkat lunak lainnya karena muncul kekhawatiran terkait disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap model bisnis konvensional. Saham ServiceNow terkontraksi 10%, sementara Oracle dan Salesforce masing-masing turun 2% dan 6%.

ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) secara resmi masuk ke wilayah bear market setelah merosot 5% dalam satu hari. Posisi ini berada sekitar 22% di bawah level tertinggi terbarunya, mencerminkan pesimisme pelaku pasar terhadap sektor software.

Tantangan Valuasi dan Sentimen AI

Kepala strategi investasi di Sage Advisory, Rob Williams, memberikan pandangannya terkait situasi pasar saat ini.

"AI telah menjadi seperti pedang bermata dua di sini. Ia menjadi pendorong pertumbuhan dan belanja, serta alasan di balik valuasi saat ini," ujar Rob Williams.

"Sekarang muncul lebih banyak pertanyaan tentang AI, sehingga semakin sulit baginya untuk terus menghasilkan kabar positif," kata Rob Williams menambahkan.

Ia juga menekankan bahwa laba perusahaan akan menjadi motor utama imbal hasil pasar saham tahun ini mengingat valuasi saat ini tidak lagi memiliki ruang luas untuk berkontribusi.

Performa Meta dan Caterpillar di Tengah Tekanan

Meskipun mayoritas saham teknologi melemah, Meta Platforms justru melonjak lebih dari 10% berkat proyeksi penjualan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi. Di sektor industri, saham Caterpillar naik lebih dari 3% setelah mencatatkan kinerja kuartal keempat yang kuat.

Di sisi lain, pasar kripto ikut terpukul dengan pelemahan Bitcoin yang jatuh lebih dari 5% hingga mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir. Tekanan pasar ini terjadi bersamaan dengan ketidakpastian politik di Washington terkait ancaman penutupan sebagian pemerintahan federal.

Senat AS dilaporkan gagal meloloskan paket pendanaan pemerintah pada Kamis. Jika undang-undang pendanaan tidak segera disahkan, penutupan sebagian lembaga federal akan mulai berlaku pada Sabtu pukul 12:01 dini hari waktu setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi