Saham Eropa Menguat Seiring Kinerja Positif Adidas dan CaixaBank

Saham Eropa Menguat Seiring Kinerja Positif Adidas dan CaixaBank
Foto: Ilustrasi Saham Eropa Menguat Seiring Kinerja Positif Adidas dan CaixaBank.

Indeks saham Eropa ditutup menguat pada Jumat (30/1/2026) yang didorong oleh performa solid laporan keuangan perusahaan besar seperti Adidas dan CaixaBank di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dilansir dari Investortrust, indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir naik 0,5 persen dengan mayoritas sektor utama berada di zona positif.

Saham Adidas mencatat kenaikan hampir 4 persen setelah melaporkan pendapatan bersih tahun 2025 yang melonjak 13 persen mencapai rekor 24,8 miliar euro. Sementara itu, CaixaBank membukukan kenaikan laba bersih sebesar 1,8 persen menjadi 5,89 miliar euro yang melampaui estimasi para analis pasar.

Sentimen pasar global juga dipengaruhi oleh langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell di kursi ketua Federal Reserve. Warsh merupakan mantan Gubernur The Fed yang dikenal memiliki rekam jejak dalam menangani krisis keuangan pada tahun 2008 silam.

Strategis dari Deutsche Bank, Jim Reid, memberikan catatan terkait profil Warsh yang dianggap memiliki pandangan kritis terhadap kebijakan moneter tertentu di masa lalu sebelum pengumuman resmi tersebut dirilis.

"Meski komentar terbarunya mendukung suku bunga yang lebih rendah, di masa lalu Warsh dikenal sangat kritis terhadap penggunaan neraca The Fed yang terlalu ekspansif," tulis Jim Reid, pakar dari Deutsche Bank.

Reaksi awal pasar terhadap penunjukan ini cenderung negatif karena adanya kekhawatiran mengenai perlindungan harga aset yang mungkin melemah di bawah kepemimpinan baru tersebut dibandingkan kandidat lainnya.

"Obligasi pemerintah AS dan kontrak berjangka saham bereaksi negatif, reaksi awal pasar konsisten dengan pandangan bahwa perlindungan The Fed terhadap harga aset bisa lebih lemah di bawah kepemimpinan Warsh dibanding kandidat lain," urai Jim Reid sebagaimana dikutip CNBC.

Selain kebijakan moneter, ketegangan hubungan internasional turut menjadi perhatian investor setelah Donald Trump memberikan peringatan keras terhadap langkah Inggris yang menjalin kerja sama dengan China. Trump menilai kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer ke Beijing sebagai sesuatu yang memiliki risiko tinggi.

"sangat berbahaya" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, Trump menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna memastikan stabilitas di wilayah Ukraina selama musim dingin berlangsung. Spekulasi mengenai langkah lanjutan Gedung Putih terhadap Iran juga terus memicu volatilitas harga pada pasar minyak dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi