Saham Emiten Properti Kompak Melemah Akibat Tekanan Pasar Domestik

Saham Emiten Properti Kompak Melemah Akibat Tekanan Pasar Domestik
Foto: Ilustrasi Saham Emiten Properti Kompak Melemah Akibat Tekanan Pasar Domestik.

Saham-saham emiten properti kompak melemah pada perdagangan hari ini akibat tekanan yang membayangi pasar modal domestik, seperti dilansir dari Kompas. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sebesar 52,18 poin atau turun 0,82 persen ke level 6.318,5.

Koreksi negatif tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu indeks berperforma terburuk di Asia, meskipun bursa regional lain cenderung stabil. Bersamaan dengan kejatuhan IHSG, indeks LQ45 juga ikut terkoreksi sebesar 0,65 persen menuju posisi 630,677 pada penutupan pasar.

Sektor properti nasional langsung merasakan dampak negatif dengan kejatuhan harga saham sejumlah pengembang papan atas secara signifikan. Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) merosot 3,9 persen ke level Rp 74, sedangkan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melemah 1,79 persen ke posisi Rp 162 per saham.

Kemerosotan harga juga dialami PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang terkoreksi 3,39 persen ke level Rp 114 per saham. Sementara itu, saham PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatat penurunan sebesar 4,6 persen menjadi Rp 83 per saham.

Beberapa raksasa properti lain turut mengalami penurunan nilai saham pada akhir perdagangan hari ini. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melemah 0,7 persen ke level Rp 710, disusul PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang turun 0,65 persen ke posisi Rp 304.

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) juga mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,46 persen ke level Rp 1.075 per saham. Tekanan jual pun melanda PT Jababeka Tbk (KIJA) yang anjlok 4,29 persen menjadi Rp 156, serta PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) yang merosot 3,74 persen ke Rp 206.

Gelombang koreksi ini tidak hanya memukul emiten besar, melainkan juga menyeret jatuh harga saham pengembang kelas menengah dan kecil. Saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) kompak melemah 2,90 persen masing-masing ke level Rp 68 dan Rp 67.

Selanjutnya, saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) terpantau turun 2,7 persen menjadi Rp 36 per saham. Penurunan terdalam di sektor ini dibukukan oleh PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) yang ambles 7,25 persen ke level Rp 128 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi