Saham BRI Dinilai Tetap Menarik di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Saham BRI Dinilai Tetap Menarik di Tengah Fluktuasi Harga Minyak
Foto: Ilustrasi Saham BRI Dinilai Tetap Menarik di Tengah Fluktuasi Harga Minyak.

Valuasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai masih cukup menarik bagi investor meskipun terdapat tantangan dari faktor geopolitik dan rencana perubahan kebijakan suku bunga. MNC Sekuritas memberikan rekomendasi beli terhadap emiten perbankan pelat merah tersebut pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dilansir dari Investor Daily, manajemen BRI telah menyiapkan analisis dampak gejolak geopolitik global melalui tiga skenario harga minyak. Perusahaan menetapkan skenario dasar pada level US$ 80 per barel, sementara skenario moderat dan pesimistis masing-masing berada di rentang US$ 100-105 serta US$ 115-133 per barel.

Analis MNC Sekuritas Victoria Venny memberikan penilaian positif terhadap ketahanan permodalan perseroan dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi tersebut.

"Dalam seluruh skenario tersebut, rasio permodalan BBRI diperkirakan tetap kuat," tulis Victoria Venny dalam risetnya.

Victoria memproyeksikan rasio kecukupan modal (CAR) perusahaan akan bertahan di atas level 18 persen dengan rasio likuiditas jangka pendek (LCR) melampaui 100 persen. Kendati demikian, biaya risiko kredit terhadap total pinjaman (CoC) berpotensi mengalami kenaikan menjadi kisaran 2-3 persen dari posisi 1,7 persen pada akhir 2025.

Lini bisnis korporasi diperkirakan masih akan memegang peranan penting dalam struktur portofolio pinjaman bank dalam dua tahun ke depan.

"Segmen korporasi diproyeksikan tetap mempertahankan kontribusi kredit sebesar 23-25% dari total pinjaman pada 2025-2026," ungkap Victoria.

Tantangan lain muncul dari rencana Presiden Prabowo yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6 persen menjadi 5 persen. Jika subsidi pemerintah tetap, kebijakan ini berpotensi menekan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 2,7 triliun pada 2027 dan menggerus margin bunga bersih (NIM) sekitar 13 basis poin.

Laba bersih perusahaan diprediksi bisa terkoreksi sekitar 2 persen dibandingkan skenario dasar akibat kebijakan tersebut. Saat ini, posisi kredit KUR bank ini tercatat mencapai Rp 271-285 triliun atau sekitar 16-18 persen dari total portofolio kredit konsolidasi.

MNC Sekuritas tetap menetapkan target harga saham BBRI pada angka Rp 4.050, yang mencerminkan potensi pertumbuhan hingga 25 persen. Angka ini didasarkan pada estimasi rasio price to book value (PBV) sebesar 1,9 kali untuk tahun 2026 dan 1,8 kali untuk tahun 2027.

Artikel terkait

Rekomendasi