Saham BBRI Melonjak ke Rp3.230 Usai Aksi Beli Bersih Investor Asing

Saham BBRI Melonjak ke Rp3.230 Usai Aksi Beli Bersih Investor Asing
Foto: Ilustrasi Saham BBRI Melonjak ke Rp3.230 Usai Aksi Beli Bersih Investor Asing.

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak hingga mencapai level Rp3.230 pada sesi pertama perdagangan Kamis (7/5/2026) setelah mencatatkan aksi beli bersih oleh investor asing. Penguatan ini mengakhiri tren jual bersih yang sempat menekan emiten perbankan tersebut selama 13 hari bursa pada akhir April lalu.

Dilansir dari Suara, nilai saham bank pelat merah ini meroket lebih dari 2 persen pada Kamis pagi, melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026) yang parkir di posisi Rp3.150. Pembalikan arah ini didukung oleh rekomendasi mayoritas analis yang melihat sinyal teknis yang kuat pada pergerakan harga saham BBRI.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengidentifikasi adanya indikasi pembalikan arah melalui pola bullish divergence. Indikator teknis menunjukkan penguatan momentum bagi emiten yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut.

"Kondisi ini diperkuat dengan indikator Stochastic RSI yang membentuk golden cross serta adanya penyempitan pada slope MACD," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.

Analis menyarankan investor memperhatikan titik masuk pada kisaran Rp3.070 hingga Rp3.120 dengan target kenaikan bertahap hingga mencapai Rp3.700. Selain analisis teknis, performa keuangan perusahaan menjadi fondasi utama penguatan harga di pasar modal.

BRI membukukan laba bersih senilai Rp15,5 triliun pada Kuartal I 2026, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,7 persen secara tahunan. Penyaluran kredit perusahaan tercatat mencapai Rp1.562 triliun, dengan porsi dominan berasal dari sektor UMKM sebesar Rp1.211 triliun.

Kualitas aset bank juga dilaporkan membaik dengan penurunan angka Loan at Risk (LAR) dari 11,1 persen menjadi 9,7 persen. Saat ini, valuasi saham dinilai cukup kompetitif dengan rasio Price to Earnings (PER) pada angka 8,06 kali pasca koreksi harga dalam tiga bulan terakhir.

Sentimen positif pasar juga didorong oleh agenda korporasi terkait distribusi keuntungan kepada pemegang saham. Investor saat ini tengah menantikan pencairan sisa dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp209 per saham yang dijadwalkan akan dibayarkan pada 8 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi