Saham BBRI Merosot ke Level Rp 3.140 Dipicu Tekanan Jual Masif

Saham BBRI Merosot ke Level Rp 3.140 Dipicu Tekanan Jual Masif
Foto: Ilustrasi Saham BBRI Merosot ke Level Rp 3.140 Dipicu Tekanan Jual Masif.

Nilai saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan sebesar 2,48 persen ke posisi Rp 3.140 pada sesi I perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan ini terjadi setelah saham bank plat merah tersebut sempat menguat 0,63 persen pada perdagangan hari sebelumnya.

Volume perdagangan saham BBRI mencapai 53,12 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 19.500 kali. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang dilansir dari Investor Daily, akumulasi nilai transaksi tercatat sebesar Rp 177 miliar dengan aksi jual bersih mencapai Rp 75,2 miliar.

Pergerakan negatif ini searah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 1,40 persen pada periode yang sama. BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi ini dipengaruhi oleh pengumuman rebalancing indeks MSCI serta lonjakan Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat sebesar 3,8 persen.

"Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960-7.000 dan support pada 6.760-6.780," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Sentimen negatif tambahan datang dari pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyentuh level terendah baru. Kondisi ini diperparah dengan antisipasi pasar terhadap penurunan bobot saham Indonesia oleh MSCI yang akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Stockbit Sekuritas memberikan penekanan bahwa perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada MSCI Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026 sebagai katalis utama bagi pasar modal Indonesia.

"Dan penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman," papar Stockbit Sekuritas.

IHSG sendiri ditutup anjlok 135,5 poin atau setara 1,98 persen ke level 6.723,3 pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa hasil peninjauan indeks MSCI periode Mei 2026 berujung pada dikeluarkannya 18 saham asal Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi