Saham Amman Mineral Melonjak 7,93 Persen Usai Aksi Borong Investor

Saham Amman Mineral Melonjak 7,93 Persen Usai Aksi Borong Investor
Foto: Ilustrasi Saham Amman Mineral Melonjak 7,93 Persen Usai Aksi Borong Investor.

Saham PT Amman Mineral Indonesia Tbk (AMMN) bergerak mendaki secara signifikan pada perdagangan Senin (25/5/2026).

Dilansir dari Investor Daily, saham emiten yang bergerak di sektor tembaga dan emas ini menyentuh posisi Rp 3.130 atau menguat sebesar 7,93% di sekitar pukul 14.22 WIB.

Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 206,32 juta saham AMMN telah ditransaksikan dengan frekuensi 24.299 kali, serta nilai transaksi mencapai Rp 608 miar.

Laju positif saham Amman Mineral Internasional ini dipicu oleh adanya aksi borong oleh para pelaku pasar.

Data pada aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan saham AMMN membukukan net buy sebesar Rp 181,1 miliar saat informasi tersebut disusun.

Angka ini menempatkan AMMN di posisi tertinggi kedua di antara jajaran saham-saham yang mencatatkan net buy lainnya.

Pergerakan ini sekaligus menjadi momentum berbalik arah bagi saham Amman Mineral Internasional setelah mayoritas berada di zona merah pada periode 4-22 Mei 2026.

Dalam akumulasi sebulan terakhir, performa saham AMMN tercatat masih mengalami penurunan sekitar 37%.

Pelemahan saham AMMN sebelumnya terjadi setelah adanya pengumuman evaluasi indeks Mei 2026 dari MSCI yang mengeluarkan emiten ini dari perhitungan MSCI Global Standard Index.

Dari sisi fundamental, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan kenaikan EBITDA yang melesat menjadi US$ 508 juta pada kuartal I-2026 dari periode Q1 2025 yang minus US$ 42 juta, dengan margin EBITDA sebesar 63%.

Perusahaan juga berhasil membalikkan kondisi rugi bersih US$ 138 juta pada Q1 2025 menjadi laba bersih konsolidasian sebesar US$ 163 juta atau setara Rp 2,7 triliun pada Q1 2026, yang mencerminkan margin laba bersih 20%.

Direktur Utama AMMN Arief Sidarto menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2025 perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi seperti katoda tembaga dan emas murni, bukan dalam bentuk konsentrat seperti tahun 2024.

Meskipun demikian, perseroan sempat mengantongi izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025 yang berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.

Pada Q1 2026, penjualan bersih perusahaan menyentuh US$ 808 juta, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Nilai penjualan tersebut ditopang oleh katoda tembaga sebesar US$ 391 juta, emas murni US$ 82 juta, dan penjualan konsentrat senilai US$ 334 juta.

ÔÇ£Penjualah bersih meningkat secara material karena kemampuan untuk menjual konsentrat serta ramp-up smelter yang berjalan secara stabil,ÔÇØ terang Arief dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Terkait posisi keuangan per 31 Maret 2026, total utang perseroan berada di angka US$ 6,47 milar atau naik sekitar 1% dari posisi 31 Desember 2025.

Dengan jumlah kas dan setara kas konsolidasian yang mencapai US$ 815 juta, maka nilai utang bersih perseroan tercatat sebesar US$ 5,662 miliar.

ÔÇ£Profil jatuh tempo utang perseroan disusun secara strategis untuk mendukung rencana ekspansi, dengan jadwal pembayaran yang lebih terkonsentrasi di akhir masa pinjaman guna mendukung pertumbuhan jangka panjang,ÔÇØ papar Arief.

Artikel terkait

Rekomendasi