Rusia Syaratkan Tiga Masalah Utama untuk Ekspor Migas ke Indonesia

Rusia Syaratkan Tiga Masalah Utama untuk Ekspor Migas ke Indonesia
Foto: Ilustrasi Rusia Syaratkan Tiga Masalah Utama untuk Ekspor Migas ke Indonesia.

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, mengungkapkan tiga tantangan krusial yang perlu diselesaikan jika pemerintah Indonesia serius merealisasikan impor minyak dan gas (migas) dari Rusia pada Kamis (16/4/2026). Hambatan tersebut mencakup kendala pengiriman, sistem transaksi keuangan, dan penentuan harga pasar.

Persoalan pertama berkaitan dengan logistik pengapalan di tengah situasi geopolitik. Sebagaimana dilansir dari Nasional, Tolchenov menyebutkan bahwa kebijakan sanksi akibat konflik di Ukraina telah membatasi ketersediaan kapal pengangkut untuk komoditas asal Rusia.

"Bagaimana cara membawa minyak ke Indonesia? Karena cukup banyak perusahaan Barat, perusahaan pengapalan, juga tidak mau bekerja sama dengan Rusia," katanya saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Faktor kedua yang menghambat kerja sama ini adalah ketiadaan akses Rusia terhadap sistem Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Dubes Rusia menjelaskan bahwa Indonesia harus mencari mekanisme transfer alternatif untuk pembayaran komoditas tersebut, yang kemungkinan melibatkan negara ketiga guna memperpanjang jalur transaksi.

Aspek terakhir yang menjadi sorotan adalah fluktuasi harga energi global. Meskipun terdapat permintaan dari berbagai negara untuk mendapatkan bahan bakar minyak dengan harga khusus, Rusia menegaskan bahwa perhitungan tetap didasarkan pada mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi geopolitik.

"Jadi kami mendapatkan lebih banyak uang daripada harga normal. Tapi inilah ekonomi pasar, inilah situasinya sekarang," tuturnya.

Di sisi lain, Rusia menyatakan kesiapannya untuk melakukan penjualan energi selama persyaratan terpenuhi. Presiden Vladimir Putin dilaporkan telah memerintahkan perusahaan-perusahaan minyak dalam negeri untuk melayani permintaan dari negara mana pun yang berniat menjalin kontrak secara serius.

Peluang kerja sama ini juga tetap dibuka bagi negara-negara di kawasan Eropa maupun negara mitra lainnya yang menginginkan sumber daya berkelanjutan.

"Jika mereka serius, jika mereka ingin memiliki kontrak jangka panjang dan membeli minyak Rusia, bahkan untuk mereka (negara barat) pun kami siap menyediakan. Itu bukan masalah, kami adalah pemasok sumber daya yang sangat bertanggung jawab dan berkelanjutan," ucap Sergei Gennadievich Tolchenov, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi