Pemerintah Rusia memberikan peringatan terkait potensi lonjakan harga minyak mentah di pasar global sebagai dampak dari serangan berkelanjutan Ukraina terhadap infrastruktur energi nasional. Ancaman terhadap stabilitas pasokan energi ini disampaikan oleh pihak Kremlin pada Senin (4/5/2026).
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menjelaskan bahwa gangguan pada fasilitas minyak milik negara tersebut membawa risiko besar terhadap pengurangan volume pasokan dunia. Dilansir dari Ekonomi, situasi ini dinilai akan mendorong pergerakan harga komoditas ke level yang lebih tinggi.
Peskov dalam keterangannya melalui saluran televisi VGTRK memaparkan sudut pandang ekonomi Rusia di tengah tekanan tersebut. Penurunan volume ekspor secara paradoks disebut dapat memberikan keuntungan finansial bagi pihak Moskow.
ÔÇ£Artinya apa? Dengan volume ekspor yang lebih kecil, perusahaan kami justru bisa memperoleh lebih banyak uang, dan negara juga akan menerima pendapatan lebih besar,ÔÇØ ujarnya dikutip dari Kantor Berita Anadolu.
Meskipun terdapat peluang kenaikan pendapatan dari margin harga, Peskov menegaskan bahwa perlindungan terhadap aset energi tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan guna memitigasi segala bentuk kerugian fisik pada infrastruktur vital.
ÔÇ£Yang utama tentu bagi kami adalah terus melindungi diri dari risiko serangan semacam ini di masa depan,ÔÇØ tegas Peskov.
Mengenai keterlibatan internasional, Peskov memberikan tanggapan terkait posisi Amerika Serikat dalam konflik ini. Ia menyoroti potensi pengaruh Washington terhadap kebijakan militer Ukraina di lapangan.
ÔÇ£Secara teori, ya, tentu saja bisa, dan banyak pihak mengetahui hal itu,ÔÇØ katanya.
Selain Amerika Serikat, pihak Kremlin turut mengawasi pergerakan negara-negara di Eropa. Peskov menilai adanya pemanfaatan situasi untuk memperkuat sektor pertahanan melalui sentimen tertentu terhadap negaranya.
ÔÇ£Eropa kini memobilisasi diri dan menggunakan Russofobia secara terbuka sebagai pemicu. Mereka siap menggelontorkan dana besar untuk penguatan militer,ÔÇØ ujarnya.
Penilaian tersebut didasari pada pengamatan Rusia terhadap fase konfrontasi keras yang kembali ditunjukkan oleh negara-negara Eropa. Terakhir, Kremlin memberikan respons dingin terhadap klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penyelesaian konflik.
ÔÇ£Artinya apa? Dengan volume ekspor yang lebih kecil, perusahaan kami justru bisa memperoleh lebih banyak uang, dan negara juga akan menerima pendapatan lebih besar,ÔÇØ katanya.
Peskov berpendapat bahwa penggunaan istilah dekat dalam konteks kesepakatan damai Ukraina yang dilontarkan Trump bersifat sangat relatif.